Usaha gadai tunai pinggir jalan menjamur di sejumlah sudut kota, di Jakarta pun demikian. Salah satunya di sepanjang jalan Pramuka, atau Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Timur.
Meski telah benyak berdiri usaha sejenis, nyatanya binis gadai pinggir jalan ini tetap laris. Bahkan semakin bertambah dari tahun ke tahun.
Hikmah, Pegawai Pusat Gadai di Jalan Pramuka mengatakan, dalam sehari omzet atau total pinjaman dalam hari normal berkisar antara Rp 60-70 juta per hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menuturkan, meski bunganya cukup tinggi yakni sebesar 10% yang dihitung per bulan, tak menyurutkan animo masyarakat menggunakan jasa gadai tunai.
"Proses cepat, tinggal bawa BPKB selesai. Elektronik juga sama, kita banyak yang bisa digadai kayak HP, laptop, kamera," katanya.
Hikmah mencontohkan, nasabah bisa langsung mendapatkan uang tunai Rp 2 juta tak kurang dari 10 menit untuk BPKB motor tahun 2012. Sementara untuk BPKB mobil di tahun yang sama bisa diperoleh pinjaman Rp 8 juta.
"Itu nilai gadai bisa berubah kalau misal pajaknya mati, kemudian nama di BPKB tidak sesuai dengan nama KTP. Pastinya harganya lebih murah," ujar Hikmah.
Masih di Jalan Pramuka, petugas Gadai Bangun mengungkapkan, pihaknya setidaknya menerima 10-20 gadai dalam sehari.
"Masih sepi karena baru 2 bulan buka. Kalau nilai pinjaman kurang tahu. Ini kan juga cabang baru, kita ada cabang lain kaya di Cempaka Putih," terang Vera.
(ang/ang)











































