Bank Mandiri Catat Laba Bersih Rp 5,256 Triliun 2004
Kamis, 03 Mar 2005 16:59 WIB
Jakarta - PT Bank Mandiri tbk mencatat laba bersih tahun 2004 sebesar Rp 5,256 triliun atau naik 14,6 persen dibandingkan tahun 2003 sebesar Rp 4,586 triliun. Kenaikan laba bersih ini karena meningkatnya pendapatan bunga bersih perseroan sebesar 18,2 persen menjadi Rp 9,466 triliun dibandingkan tahun 2003 sebesar Rp 8,007 triliun. Demikian kinerja keuangan Bank Mandiri yang diumumkan oleh corporate secretary Nimrod Sitorus, Kamis (3/3/2005). Laba usaha perseroan juga mengalami kenaikan sebesar 15,6 persen menjadi Rp 13,581 triliun dibandingkan tahun 2003 yang sebesar Rp 11,753 triliun. Komposisi kredit per Desember 2004 mencapai Rp 94,403 triliun atau naik 24,3 persen dibandingkan tahun 2003 yang sebesar Rp 75,943 triliun. Komposisi pemberian kredit, untuk korporasi sebesar 48 persen dan non korporasi 52 persen. Peningkatan kredit menghasilkan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) meningkat dari 43 persen manjadi 54 persen. Sedangkan CAR sebesar 25,3 persen atau lebih rendah dibandingkan tahun 2003 sebesar 27,7 persen.NPL gross turun dari 8,6 persen mejadi 7,1 persen di tahun 2004. Begitu pula dengan NPL netto sebesar 1,6 persen. Total dana pihak ketiga turun 1,7 persen menjadi Rp 175,838 triliun dibandingkan tahun 2003 sebesar Rp 178,811 triliun. Meski mengalami penurunan, namn komposisi pendanaan dinilai semakin baik karena untuk dana murah seperti Giro naiki 7,5 persen dan tabungan naik 29,6 persen, deposito turun 18,2 persen. Selain itu Bank Mandiri telah melakukan membentuk cadangan sebesar 100 persen terhadap pinjaman Bank Mandiri sebesar Rp 242 miliar ke PT Great River International tbk yang baru saja mengalami gagal bayar. Kredit itu dimasukkan dalam kategori 5 atau loss sehingga dibentuk cadangan 100 persen. Sedangkan untuk kredit ke PT Kiani Kertas hingga saat uni juga masih digolongkan ke kategori 5 dengan pencadangan 100 persen. Pasalnya, perjanjian penandatanganan restrukturisasi dengan Kiani yang telah dilakukan pada Desember 2004 saat ini masih menunggu persetujuan dari KKSK. Kredit Kiani mencapai Rp 1,7 riliun, dimana pada Desember 2004 Bank mandiri menandatangai restrukturisasi kredit dengan investor utama Nusantara Negeri. Direksi Bank Mandiri berencana mengusulkan pembayaran dividen final Rp 70 per saham pada RUPS mendatang. Sebelumnya pada 30 Desember 2004, Bank Mandiri membayar dividen tunai interim untuk tahun buku 2004 sebesar Rp 60 per saham. Dengan demikian total dividen yang dibayar untuk tahun buku 2004 sebesar Rp 130 per saham atau 13 persen lebih tinggi dari pembayaran dividen tahun 2003.
(qom/)











































