Lantas apa tanggapan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad?
"Kita senang bunga turun," ujarnya saat ditemui usai Pertemuan Tahunan BI 2015, di Assembly Hall JCC, Senayan, Selasa (24/11/2015) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita senang bunga turun tapi aksesnya mudah, kalau bunga murah tapi aksesnya susah juga kan nggak bagus, jadi kita dorong dua-duanya, itulah financial inclusion," terang dia.
Untuk itu, Muliaman menyebutkan, pihaknya terus mendorong kemudahan akses masyarakat menjangkau perbankan melalui financial inclusion, baik laku pandai yang digagas OJK dan Lembaga Keuangan Digital (LKD) gagasan BI.
"Laku pandai, program-program lainnya kita dorong agar akses kepada keuangan juga lebih mudah," katanya.
Untuk lebih efisien dan efektif, dilakukan sinergi antara dua program tersebut.
"Sekarang sudah jalan, jadi agen LKD itu sudah bisa, agen laku pandai, sudah bisa, satu agen bisa untuk dua-duanya, kita sudah sejalan, kalau dengan BI sih nggak masalah, kita sudah sama-sama," kata Muliaman.
Hal lain yang juga menjadi perhatian JK dalam pidatonya semalam adalah soal suku bunga deposito.
JK ingin jika bunga deposito tidak terlalu tinggi. Tingginya bunga deposito saat ini membuat masyarakat merasa nyaman menempatkan dananya di deposito. Sehingga tidak mendorong masyarakat untuk mengenal pasar modal.
Apa tanggapan Muliaman?
"Kalau bunga deposito kan tinggal nurutin saja kan," ucap dia.
Muliaman menambahkan, baik OJK maupun BI harus berjalan beriringan. Segala kebijakan harus saling melengkapi agar meningkatkan efisiensi.
"Di samping suku bunga acuan kan ada tingkat efisiensi, itu juga harus kita jorong agar kemudian baik makro maupun mikronya sesuai. Jadi efisiensi," sebut dia.
Muliaman menambahkan, hal yang terpenting adalah bagaimana menciptakan bunga murah dengan cara membangun bisnis model yang lebih kondusif.
"OJK punya peran, BI punya peran, peran saya mendorong efisiensi karena saya kan lebih mikro, Pak Agus kan lebih makro, Pak Agus soal tingkat bunga, saya yang efisiensi agar kemudian bunga itu murah dengan cara membangun bisnis model yang lebih kondusif," pungkasnya.
(drk/ang)











































