"Angka penyaluran KUR per November 2015 sudah mencapai Rp 1,7 triliun. Itu penyaluran sejak baru betul-betul dimulai pada pertengahan September. Jumlah tersebut tersalur kepada 39.000 unit UMKM. Disalurkan oleh seluruh unit penyalur kredit mikro dan KUR Bank Mandiri se-Indonesia yang jumlahnya mencapai 2.800 lebih," ungkap Tardi, Direktur Mikro dan Bisnis Banking Bank Mandiri ditemui di Semarang, Rabu (25/11/2015).
Tardi menjelaskan, besarnya dana yang diakses oleh debitur KUR rataβrata Rp 18 juta per nasabah. Dari segi sektor, kata Tardi, Bank Mandiri membuka seluas-luasnya dari sektor apapun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setiap harinya Bank Mandiri menyalurkan KUR ke 1.500-1.600 debitur baru. "Setiap hari Rp 70-80 miliar kita salurkan ke 1.500-1.600 debitur baru. Desember ini mudah-mudahan bisa capai Rp 100 miliar per hari. Jadi target Rp 3,2 triliun mudah-mudahan tercapai. Kita salurkan dengan baik dan NPL terjaga," tuturnya.
Bank Mandiri sejak lahirnya KUR telah menyalurkan Rp 18 triliun secara akumulasi dengan NPL (Net Performing Loan) sebesar Rp 256 miliar. "Jika (NPL) dibagi dengan saldo hanya 3,5-4%. Kalau dibanding dengan total akumulasi penyaluran menjadi kecil sekali," imbuhnya.
KUR, kata Tardi, tidak ada beda perlakuan dengan kredit biasa. Ia menegaskan masih perlunya mengedukasi masyarakat bahwa KUR bukanlah bantuan hibah dari pemerintah.
"KUR itu bukan bantuan. Bukan dana hibah tapi kredit usaha yang harus dikembalikan. Harus memberikan manfaat agar usahanya meningkat," ucapnya.
Tardi mencontohkan, manfaat KUR agar pelaku UMKM bisa meng-upgrade kapasitasnya. "Misalnya semula belanja 1 karung bisa menjadi 3 karung. Yang biasa hanya bisa buka di satu lapak lalu bisa buka di dua lapak. Tadinya punya satu pick-up jadi punya dua pick-up," pungkasnya.
(ang/ang)











































