Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berharap, bunga bank bisa turun sampai dengan 5%. Seperti halnya yang terjadi dengan banyak negara maju di dunia, dan Indonesia bisa terlepas dari anggapan mahalnya sektor jasa keuangan.
"Memang kalau bukan double digit itu bukan Indonesia namanya. Kami harap 5% bunganya. Tidak ada negara maju, kalau bunganya tidak rendah," ujar JK, dalam acara Economi Challenges, di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (1/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sudah bicara panjang dan akan kami evaluasi. Karena memang keinginan investor untuk berinvestasi selalu dibandingkan dengan Vietnam atau negara lain, karena cost lebih tinggi. Asing bisa berikan bunga 1%, sementara kita 12%. Mana mungkin kita bersaing," paparnya.
Untuk Usaha Kecil Menengah (UKM), pemerintahβ telah mengeluarkan kebijakan dengan penambahan subsidi bunga. Jadi yang tadinya 22%, sekarang bunganya turun menjadi 12% dan tahun depan ditargetkan 9%.
"Kalau UKM, kami pastikan 9% untuk tahun depan," tegas JK.
(mkl/rrd)











































