BPS: BI Rate Turun Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi

BPS: BI Rate Turun Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Selasa, 01 Des 2015 14:28 WIB
BPS: BI Rate Turun Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, laju inflasi di November 2015 mencapai 0,21%. Secara kumulatif, Januari-Agustus 2015, laju inflasi adalah 2,37%. Sedangan inflasi tahunan (year on year) adalah 4,89%.

Untuk komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,16% dan inflasi inti sebesar 4,77%‎. Melihat kondisi inflasi yang semakin membaik, perlukan Bank Indonesia (BI) menurunkan tingkat suku bunganya atau BI rate?

Direktur Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Sasmito Hadi Wibowo mengatakan, angka inflasi yang rendah bisa menjadi acuan BI untuk menyesuaikan kebijakan moneternya dengan menurunkan BI rate. Sebab, tingkat suku bunga yang rendah akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"‎Inflasi inti itu sebetulnya sebagian besar dibentuk oleh inflasi inti dari 859 hampir 600 lebih untuk komponen inflasi inti. BI harus memperhatikan inflasi dan faktor-faktor lain, inflasi yang rendah bisa untuk membuka ruang BI soal kebijakan moneternya, kita lihat harapan pengusaha, jika BI menurunkan BI rate sehingga bisa mendorong pertumbuhan‎," ujarnya saat konferensi pers di Gedung BPS, Jakarta, Selasa (1/11/2015).

Namun, di sisi lain, Sasmito mengatakan ada hal yang juga harus di kawal yaitu soal nilai tukar rupiah. Kebijakan penurunan suku bunga jangan sampai menekan rupiah jatuh lebih dalam.

‎"Pemerintah nggak bisa melakukan intervensi apalagi BPS. Tapi BI lihat dampak ke rupiah jangan sampai melemah," sebut dia.

(drk/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads