Gandeng UOB, BKPM Bidik Investor Singapura

Gandeng UOB, BKPM Bidik Investor Singapura

Michael Agustinus - detikFinance
Jumat, 04 Des 2015 15:48 WIB
Gandeng UOB, BKPM Bidik Investor Singapura
Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerjasama dalam hal promosi investasi dengan institusi keuangan terkemuka Singapura, United Overseas Bank Limited (UOB), demi meningkatkan aliran FDI (Foreign Direct Investment) dari Singapura. Kepala BKPM, Franky Sibarani menyampaikan bahwa hal ini dilakukan untuk membangun networking dengan lembaga keuangan, baik nasional maupun internasional.

"Nantinya klien UOB bisa memanfaatkan layanan end to end services dari BKPM, sedangkan BKPM dapat terbantu dengan jaringan yang dimiliki oleh UOB sebagai institusi keuangan ternama di Singapura," ujar Franky dalam keterangan tertulis usai penandatanganan Nota Kesepahaman terkait kerjasama promosi investasi antara BKPM-UOB, Jumat (4/12/2015).

Franky menyampaikan bahwa kerjasama yang dilakukan khususnya pada institusi keuangan yang potensial dan menjadi prioritas sumber investasi. Dia menyebutkan bahwa Singapura merupakan salah satu kontributor FDI terbesar di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari tahun 2010 sampai dengan kuartal ketiga tahun 2015, FDI dari Singapura mencapai hampir USD 30 miliar yang terdiri dari 6.868 proyek di sektor-sektor seperti transportasi, pergudangan dan telekomunikasi, pertanian dan perkebunan, pertambangan, industri makanan, industri mineral dan bukan metal, serta ketenagalistrikan, gas dan air.

Dengan dilaksanakannya kerjasama ini, Franky yakin akan semakin meningkatkan arus FDI dan outbound direct investment (ODI).

"Kerjasama promosi FDI antara BKPM dan UOB sebagai salah satu bank terkemuka di Singapura yang memiliki jejaring yang luas di kawasan Asia Pasific, Eropa Barat dan Amerika Utara, merupakan bentuk kerjasama yang strategis," jelasnya.

Dalam cakupan kerjasama yang disepakati, melalui Indonesia Investment Promotion Centers (IIPCs) dan UOB FDI Centers, BKPM dan UOB akan bekerjasama mengorganisir dan mendukung program – program misi investasi khususnya di negara - negara tempat IIPC dan UOB FDI Centers berada, seperti di Singapura, Abu Dhabi, New York, London, Tokyo, Seoul, Sydney, Taipei, Malaysia, Myanmar, Thailand, Vietnam, RRT, Hong Kong SAR, dan India.

Franky juga menambahkan bahwa melalui kerjasama tersebut, kedua pihak akan berbagi informasi mengenai potensi–potensi investasi dan akan memfasilitasi perusahaan– perusahaan dan proyek–proyek FDI yang potensial baik di Indonesia maupun di negara – negara lain dalam rangka meningkatkan FDI ke Indonesia dan ODI dari Indonesia ke luar negeri.

"Pemerintah terus mendorong pengusaha Indonesia untuk memperluas pasar ke negara lain dan jaringan internasional sehingga dapat memperluas mitra usaha internasional dan meningkatkan kemampuan teknologi sehingga dapat diterapkan di dalam negeri untuk kemajuan teknologi industri di Indonesia", pungkas Franky.

(hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads