Salah satu instrumen pembiayaan adalah surat berharga negara (SBN). Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menginginkan kepemilikan surat utang tersebut didominasi oleh masyarakat Indonesia sendiri. Bukanlah pihak lain atau asing.
"Idealnya APBN dari rakyat untuk rakyat. Jadi surat utang itu justru dimiliki oleh orang Indonesia," ungkap Bambang dalam acara Investor Gathering, di Gedung Dhanapala, Jakarta, Senin (7/12/2015)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami harap peran domestik besar jadi kita nggak khawatir kalau ada dana keluar," jelasnya.
Upaya yang dilakukan oleh Kemenkeu sekarang adalah dengan menciptakan instrumen surat utang yang menarik untuk masyarakat. Sebab, proses penurunan porsi asing tersebut tetap dengan mekanisme pasar.
"Dengan market mechanism kita akan dorong masyarakat untuk memiliki surat utang," imbuhnya.
(mkl/ang)











































