Cita-cita Menkeu: Surat Utang RI Dipegang Masyarakat

Cita-cita Menkeu: Surat Utang RI Dipegang Masyarakat

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 07 Des 2015 15:22 WIB
Cita-cita Menkeu: Surat Utang RI Dipegang Masyarakat
Jakarta - Indonesia masih membutuhkan belanja yang besar untuk mendorong pembangunan. Sementara dari sisi penerimaan, tidak mampu mencukupi. Sehingga pembiayaan atau utang yang sangat besar menjadi pilihan dari pemerintah.

Salah satu instrumen pembiayaan adalah surat berharga negara (SBN). Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menginginkan kepemilikan surat utang tersebut didominasi oleh masyarakat Indonesia sendiri. Bukanlah pihak lain atau asing.

"Idealnya APBN dari rakyat untuk rakyat. Jadi surat utang itu justru dimiliki oleh orang Indonesia," ungkap Bambang dalam acara Investor Gathering, di Gedung Dhanapala, Jakarta, Senin (7/12/2015)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Porsi kepemilikan asing sekarang mencapai 37%. Risikonya ketika ada gejolak perekonomian global, maka pihak asing cenderung menjual surat utang tersebut. Akhirnya dana keluar dari Indonesia menjadi tidak tertahan dan berpengaruh pada banyak hal.

"Kami harap peran domestik besar jadi kita nggak khawatir kalau ada dana keluar," jelasnya.

Upaya yang dilakukan oleh Kemenkeu sekarang adalah dengan menciptakan instrumen surat utang yang menarik untuk masyarakat. Sebab, proses penurunan porsi asing tersebut tetap dengan mekanisme pasar.

"Dengan market mechanism kita akan dorong masyarakat untuk memiliki surat utang," imbuhnya.

(mkl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads