Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara dalam keterangan resminya seperti dikutip detikFinance, Senin (7/12/2015).
Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh penerimaan devisa, antara lain dari penerimaan migas dan penarikan pinjaman Pemerintah, yang masih cukup untuk menutupi kebutuhan devisa, antara lain untuk pembayaran utang luar negeri Pemerintah serta penggunaan devisa dalam rangka stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan fundamentalnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
(drk/ang)











































