PT Bank Tabungan Negara (BTN) telah berkontribusi menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) selama 39 tahun. Selama kurun waktu tersebut, BTN telah menyalurkan KPR senilai Rp 145 triliun.
"Bertepatan dengan HUT KPR BTN yang dimulai pada 10 Desember 1976 lalu. BTN telah menjadi pioner bank bagi hunian di Semarang waktu itu. Kumulatif hingga 30 November BTN telah sediakan pembiayaan perumahan sebanyak 3,5 juta unit rumah," kata Maryono, Direktur Utama BTN dalam sambutannya pada acara BTN Outlook Ekonomi, Perbankan dan Property 2016 di Kempinsky Hotel Indonesia, Jakarta, Kamis (10/12/2015).
Sejalan dengan perkembangan itu, emiten berkode saham BBTN itu menjadi pemain utama dan terbesar di bisnis pembiayaan perumahan di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ke depan, kebutuhan akan pembiayaan perumahan akan semakin meningkat. Disadari bahwa BTN tidak bisa bergerak sendirian membesarkan kapasitas pembiayaan agar besarnya kebutuhan pembiayaan perumahan tersebut bisa terlayani.
Perlu dukungan dari berbagai pihak, dari mulai Pemerintah sebagi pembuat kebijakan, kalangan industri perbankan dan pembiayaan sebagai pelaksana pembiayaan itu sendiri hingga investor dan para mitra pembiayaan sebagai penyedia keuangan yang dibutuhkan untuk mendanai semua kebutuhan tersebut.
Untuk itu, BTN menyelenggarakan acara bertajuk BTN Outlook Ekonomi, Perbankan dan Property 2016 yang diisi rangkaian acara diskusi dan seminar. Hadir dalam acara ini adalah Menteri PU dan Perumahan Rakyat yang diwakili Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Maurin Sitorus, Kalangan Pengembang, dan seluruh mitra dan tamu undangan.
Dalam rangkaian acara ini akan dibahas berbagai peluang dan tantangan bisnis pembiayaan perumahan di tahun 2016.
(dna/hns)











































