Di tahun depan, transaksi Mandiri e-cash ditargetkan bisa meningkat dua kali lipat hingga mencapai Rp 3,8 triliun.
Demikian dikatakan Senior Vice President Transaction Banking Retail Group Bank Mandiri, Rahmat Broto Triaji, saat ditemui di Hard Rock Cafe, Pacific Place, Jakarta, Kamis (10/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rahmat menjelaskan, dari total pengguna dan transaksi Mandiri e-cash, mayoritas dilakukan untuk transaksi isi ulang pulsa dan transfer.
"Selama 2 tahun ini memang transaksi paling banyak, isi ulang pulsa, transfer, payment di merchant-merchant, ada yang tren transaksi di merchant online, itu signifikan bisa di atas 50%," katanya.
Menurut Rahmat, pertumbuhan bisnis digital saat ini berkembang pesat. Terlebih, banyak pelaku bisnis e-commerce baik lokal maupun internasional.
Di Bank Mandiri, transaksi e-commerce (acquiring) hingga November 2015 tercatat sebesar lebih dari Rp 2,3 triliun. Tahun depan, transaksi e-commerce Bank Mandiri ditargetkan mencapai Rp 4,6 triliun-Rp 5 triliun.
"Transaksi e-commerce potensinya Rp 30 triliun, kalau kita baru Rp 45 miliar per bulan, itu kecil sekali, potensi kita tingkatkan untuk online, potensi sangat besar. Tahun depan kita akan banyak inovasi untuk mempermudah masyarakat melakukan pembayaran elektronik," pungkasnya.
(drk/dnl)











































