Keluarga Riady Mundur Dari Lippo
Jumat, 04 Mar 2005 13:49 WIB
Jakarta - Pendiri bisnis Lippo, Mochtar Riady mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Utama PT Bank Lippo Tbk. Anggota keluarga Riady yang lain juga akan mengundurkan diri dari struktur manajemen semua bisnis yang memakai nama Lippo karena pihak keluarga akan menyerahkannya pada profesional. "Anggota keluarga Riady nantinya tidak akan ada lagi di perusahaan yang pakai nama Lippo dan semuanya akan diserahkan ke profesional," kata Mochtar dalam jumpa pers usai rapat umum pemegang saham (RUPS) PT Bank Lippo Tbk (LPBN) yang berlangsung di Hotel Aryaduta Jakarta, Jumat,(4/3/2005). Mochtar digantikan oleh Christopher J Williams, wakil dari Swissasia Global pemegang 52,05 persen saham Bank Lippo. Pengunduran diri ini disetujui oleh pemegang saham dalam RUPSLB. Jajaran komisaris Bank Lippo saat ini adalah, Preskom Christopher J Williams, Wapreskom Rainer Silhavy, Komisaris I Nyoman Tjager, Djisman Simanjuntak, Roy E. Tirtadji, James C.NG, Jang G Cherim, dan Benjamin J. Mailool. Sedangkan jajaran direksi adalah Presdir Joseph F.P.Luhukay, Wapresdir Billy Sindoro, Direktur Tjindrasa NG, Lee Heok Seng, Harianda Noerlan, Samuel tahir, Reynold Ong, Toto Bartholomeus dan Sutarmin Lili. Saat ini kepemilikan keluarga Riady di Bank Lippo sebesar 5,57 persen melalui Lippo E-net. Mochtar juga menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum punya rencana kembali untuk menjadi pemegang saham mayoritas. Ketika ditanya apakah keluarga Riady akan meninggalkan bisnis perbankan dan fokus ke properti, Mochtar juga menolak menjelaskannya. Sedangkan Presdir Bank Lippo Jos Luhukay mengatakan, untuk tahun 2005, Bank Lippo menargetkan kredit tumbuh 35-50 persen menjadi Rp 7,5-Rp 8 triliun. Rasio dana pihak ketiga terhadap kredit (LDR/Loan to Deposits Ratio) tumbuh menjadi 30 persen dibandingkan tahun 2004 yang sebesar 22,6 persen. Dana pihak ketiga ditargetkan naik 10-15 persen, dibandingkan tahun 2004 yang mencapai Rp 25 triliun. Capex (capital expenditure) tahun ini dianggarkan sebesar Rp 100-Rp 150 miliar yang digunakan untuk pengembangan IT dan jaringan. Tahun 2004 Bank Lippo membukukan laba bersih Rp 892,684 miliar dibandingkan tahun 2003 Bank Lippo masih mencatat rugi Rp 515,957 miliar. Pendapatan bunga bersih tahun 2004 sebesar Rp 935,142 miliar dibandingkan taun 2003 yang sebesar Rp 708,021 miliar. Melonjaknya laba bersih Bank Lippo tahun 2004 terutama karena adanya pendapatan non operasional yang mencapai Rp 481,159 miliar dibandingkan tahun 2003 yang membukukan beban pendapatan non operasional Rp 367,394 miliar. Meski telah membukukan laba bersih tahun 2004, Bank Lippo belum akan membagikan dividen tahun buku 2004, hal ini karena perseroan masih membukukan akumulasi rugi (defisit) yang mencapai Rp 9,170 triliun. Maka itu pada tahun 2005 ini perseroan berencana melakukan kuasi reorganisasi untuk menghapuskan beban defisit. "Mudah-mudahan tahun ini (kuasi reorganisasi) kita upayakan segera," ujar Jos. Pemegang saham Bank Lippo saat ini adalah Swissasia Global 52,05 persen, publik 39,83 persen, keluarga Riyadi melalui PT Lippo E-Net Tbk sebesar 5,57 persen, dan pemerintah Indonesia 2,55 persen.
(qom/)











































