βDirektur Utama BTN Maryono mengatakan, komitmen tersebut dinyatakan setelah melakukan pembicaraan dengan Gubernur Sulsel terkait pengadaan rumah bagi PNS. Tindak lanjutnya berupa penandatanganan nota kesepahaman alias memorandum of understanding (MoU) dengan Pemda.
Pada tahap awal, rumah yang akan digarap sebanyak 1.000 unit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesepakatan ini, BTN akan menyalurkan kredit perumahan kepada PNS yang ingin memiliki rumah dalam program Pemprov Sulsel itu.
"Ya, kami meyakini, ada potensi penyaluran KPR (kredit kepemilikan rumah) dari segmen FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan) dan nonsubsidi bagi PNS di Sulsel," ujar Maryono.
Sayang Maryono masih enggan membeberkan berapa dana yang disiapkan BTN untuk memuluskan program tersebut. Ia berdalih, masih menunggu penetapan dari Pemprov berapa komposisi rumah subsidi dan non subsidi yang akan dibangun sehingga belum ada patokan harga rumah yang akan dibiayai.
Namun demikian, Maryono menegaskan bahwa berapapun dana yang diperlukan untuk membiayai program tersebut BTN siap menyalurkannya.
"Saat ini kami didukung oleh keuangan yang kuat. Pinjaman Rp 14 triliun dari ICBC (Industrial and Commercial Bank of China), baru kita tarik Rp 1 triliun. Kami juga ada sumber pendanaan lain dari kerja sama dengan beberapa lembaga seperti BPJS Ketenagakerjaan, Kementerian Dalam Negeri Muhammadiyah dan lain-lain," papar dia.
(dna/hns)











































