OJK Tantang BPD Jangkau Nasabah Hingga Wilayah Pelosok

OJK Tantang BPD Jangkau Nasabah Hingga Wilayah Pelosok

Lani Pujiastuti - detikFinance
Senin, 14 Des 2015 20:45 WIB
OJK Tantang BPD Jangkau Nasabah Hingga Wilayah Pelosok
Balikpapan - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menantang bank-bank mampu melayani nasabah hingga ke daerah pelosok, baik oleh bank nasional maupun Bank Pembangunan Daerah (BPD). OJK melihat BPD yang terletak dan berfokus di daerah, bisa menjangkau nasabah di pelosok daerah melalui Program Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) yang dirilis OJK.

Sejauh ini, baru ada 4 bank nasional yang telah menjalankan program Laku Pandai. Sudah ada 11 dari 26 BPD yang siap menjalankan program Laku Pandai.

"Sejak diluncurkan pada 26 Mei mengenai langkah trasnformasi BPD, saya lihat 26 BPD berlomba bertransformasi. Ini terkait dengan tujuan 3K, yaitu kuat kelembagaan, kompetitif bisa bersaing dengan bank-bank lain, dan kontributif signifikan bagi pembangunan ekonomi daerah," Heru Kristiana, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan IV OJK, di Hotel Gran Senyiur, Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (14/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk menjalankan program Laku Pandai, BPD bahkan membangun transformasi di bidang teknologi informasi dengan BPD Net. Heru menjelaskan, dengan BPD Net, semua BPD bisa terhubung menjadi satu. "Keunggulan BPD Net bisa melakukan Laku Pandai atau layanan bank tanpa kantor," tambahnya.

BPD yang sudah siap dari sisi teknologi dengan BPD Net ada 11 BPD. Salah satu yang paling siap yaitu Bank BPD Kaltim.

"Teknologi sudah oke, pengawas sudah assesment manajemen risiko termasuk keberadaan agen. Sementara baru memiliki 9 agen. Tahun depan Bank Kaltim akan rekrut 100 agen untuk sukseskan bank tanpa kantor ini. Di daerah, peran agen menjadi sangat penting apalagi di daerah yang tidak ada bank," jelas Heru.

Besok, Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadadm akan meresmikan Progran Laku Pandai yang pertama dilakukan oleh BPD.

Heru menjelaskan, Laku Pandai oleh BPD akan bersinergi dengan program lainnya. "Kami akan sinergikan dengan EPK (edukasi dan perlindungan konsumen). Kami gabungkan juga dengan SimPel atau simpanan pelajar. Sinergi akan sangat baik karena kalau di daerah masyakarat atau pelajar mau menabung itu susah. Misalnya di Maratua, pulau yang berbatasan langsung dengan Filipina bisa terjangkau bertransaksi dengan Laku Pandai," jelasnya.

Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) mendukung langkah transformasi BPD untuk melayani nasabah di daerah terpencil tanpa kantor melalui Laku Pandai.

"Sebanyak 26 BPD kalau digabung punya aset Rp 563 triliun atau nomor 4 dari bank-bank besar di Indonesia. Kalau kita bisa sinergi, kita bisa bicara lebih banyak dan bersaing dengan bank-bank lain. Selama ini ada gap apa yang kita miliki dan apa yang diinginkan pasar soal sumber daya. Kita bisa jadikan satu IT-nya untuk mobile banking yang cukup lengkap dengan fitur pembayaran yang dibutuhkan masyarakat," Eko Budiwiyono, Ketua Umum Asbanda.
Β 
OJK tidak ingin BPD hanya melayani nasabah dari kalangan pemerintah daerah dan PNS di provinsinya. Bank Pembangunan Daerah ditantang untuk bisa bertransformasi menjadi bank yang berdaya saing hingga mampu menanggalkan kesan bank sebagai 'kelas dua'.

"Kalau itu (Laku Pandai) berjalan dengan baik, makin banyak agennya maka akan makin banyak masyarakat di pinggiran dilayani oleh BPD. BPD dengan agennya jadi ujung tombak melayani masyarakat. Kalau hanya bisa melayani pegawai negeri di kota kan perannya tidak terlalu signifikan," kata Heru .

OJK ingin BPD bisa berkontribusi nyata bagi masyarakat di wilayah operasinya. Dengan terhimpunnya simpanan masyarakat terpencil, dana tersebut bisa disalurkan kembali dalam wujud kredit bunga murah.

"Selama ini bank BPD dinilai hanya bank kelas dua. Hanya melayani kredit Pemda dan PNS, ini akan kita ubah. BPD akan jadi tuan rumah di wilayahnya sendiri," pungkas Heru.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads