Bank Kaltim, BPD Pertama yang Akan Terapkan Laku Pandai

Bank Kaltim, BPD Pertama yang Akan Terapkan Laku Pandai

Lani Pujiastuti - detikFinance
Senin, 14 Des 2015 20:55 WIB
Bank Kaltim, BPD Pertama yang Akan Terapkan Laku Pandai
Balikpapan - Bank Pembangunan Daerah (BPD) akan turut menjalankan Program Layanan Keuangan Tanpa Kantor, dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dari 26 BPD yang ada di seluruh Indonesia, BPD Kaltim menjadi bank daerah pertama yang siap melayani nasabah di daerah terpencil tanpa kantor. Tahun ini ada 11 BPD yang siap menjalankan program Laku Pandai.

"Bank Kaltim akan menjadi BPD pertama yang menjalankan program Laku Pandai. Kami sudah punya 9 agen di Samboja, Kutai Kartanegara, Bulungan yang semuanya termasuk dalam daerah pinggiran dan pelosok," ungkap Zainudin Fanani, Direktur Utama BPD Kaltim, ditemui di Hotel Gran Senyiur, Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (14/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bank Kaltim, kata Zainudin, sudah melalukan berbagai persiapan untuk membuka layanan tanpa kantor ini. "Kita ingin mengarah ke current account dan saving account. Kita nantinya bisa mengumpulkan dana dan menyalurkannya dalam bentuk kredit dengan bunga sangat murah," jelas Zainudin.

Melalui program Laku Pandai, selain menjangkau nasabah, Bank Kaltim sekaligus ingin mengedukasi masyarakat terpencil dengan layanan produk perbankan. "Agen—agen kami nanti bisa mengedukasi nasyarakat yang belum tahu apa itu bank," tambahnya.

Dari sisi operasional, menurut Zainudin akan lebih murah dan efisien dibanding melayani nasabah dengan membuka kantor cabang di daerah pelosok.

"Operasionalnya akan sangat murah dan efisien. Kalau membangun kantor kas atau KCP tidak kurang Rp 1 miliar belum lagi biaya rutin. Kalau Laku Pandai modalnya hanya Rp 5-7,5 juta. Ini memberikan peluang besar bagi BPD untuk meyukseskan Laku Pandai," ujar Zainudin.

Laku Pandai, kata Zainudin, sesuai dengan visi Gubernur Kaltim bahwa pada 2018 mendatang seluruh desa—desa harus sudah terjangkau layanan perbankan Bank Kaltim.

Layanan bank tanpa kantor, lanjut Zainudin, diperlukan oleh masyarakat Kaltim khususnya di wilayah perbukitan, hutan, pulau—pulau kecil hingga daerah perbatasan Malaysia yang selama ini belum terjangkau.

Tantangan yang dihadapi Bank Kaltim menjalankan tugas ini yaitu soal listrik dan jaringan internet. "Kami butuh dukungan listrik dan komunikasi. Saya khawatir tanpa dukungan ini tidak berjalan maksimal," tambahnya.

Meski baru memiliki 9 agen tahun ini, pada 2016 mendatang, Bank Kaltim menargetkan keagenan hingga 100 agen dengan transaksi lebih dari Rp 200 miliar.

"Tahun depan kami targetkan 100 agen dengan transaksi Rp 200 miliar. Kalau agen datang ke lokasi yang pasti nggak ada bank, pasti nasabah berlomba-lomba mendatanginya dan punya keinginan buka rekening ke bank," ucapnya.

Dengan adanya agen Laku Pandai, masyarakat di wilayah terpencil bisa menabung dan menarik tabungan. Selain itu, bisa membayar tagihan listrik, pulsa dan berbagai pembayaran lainnya.

(rrd/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads