Persetujuan tersebut telah disepakati dalam Rapat Kerja (Raker) BI dengan Komisi XI DPR-RI. Seluruh fraksi yang hadir sepakat menyetujui usulan tersebut.
Namun, Ketua Komisi XI Fadel Muhammad mengatakan, penyetujuan ATBI tersebut dengan menggarisbawahi beberapa catatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota Komisi XI dari PDIP Andreas Eddy Susetyo meMberikan beberapa catatan untuk BI dalam menggunakan anggaran tersebut.
"Ini hasil kesepakatan PDIP, kami dapat menerima usulan anggaran yang telah disesuaikan dengan beberapa catatan," katanya.
Pertama, tema anggaran tahunan 2016 BI tersebut belum pernah disampaikan dan dipresentasikan kepada Komisi XI dan mohon untuk disampaikan.
Kedua, beberapa pos dari sisi yang selama ini menjadi kebijakan misalnya pencetakan uang, itu belum tuntas apakah anggaran operasional atau anggaran kebijakan.
Sementara Wilgo Zainar dari Gerindra juga menyatakan persetujuannya dengan beberapa catatan.
"Saya berharap tanggal 22 besok, OJK akan referendum staf BI yang ada di OJK. Ini terkai Rp 100 miliar per tahun untuk membayar bunga BLBI. Kami fraksi Gerindra menerima dengan baik rancangan usulan anggaran BI 2016," katanya.
Sementara itu, Marwan Cik Asan dari Partai Demokrat juga setuju usulan ATBI 2016.
"Dengan mencermati anggaran BI 2016 yang melakukan penyesuaian-penyesuaian, kami dari Partai Demokrat menyatakan dapat menerima ATBI 2016 dengan harapan dapat menggunakan anggaran seefisien mungkin, anggaran cukup besar, kalau di Sumatera bisa bangun 2-3 provinsi. BI bisa lebih perform untuk menjaga nilai tukar rupiah dan kinerja lebih baik," jelas dia.
Donny Imam Priambodo dari Partai Nasdem juga menyatakaN konsisten bahwa apa yang sudah dilakukan BI tentang penyesuaian anggaran BI 2016 semula terjadi kenaikan sebesar 23,3% sudah melakukan rasionalisasi dari ATBI 2016 naik hanya 9,98%
"Menimbang transformasi BI 2016 maka fraksi Nasdem menerima ATBI 2016," sebut dia.
Anna Mu'awanah dari PKB juga menyetujui ATBI 2016.
"Memohon kepada BI untuk meresize kembali. Perlu ada legitimasi. Di luar itu, malam hari ini kami menerima rancangan ATBI 2016. Setelah mengkaji ada sinkronisasi mendekati angka rasional. Untuk itu kami memahami apa yang disampaikan BI," ungkap dia.
Ekki Awal Muharam dari PKS juga mengapresiasi usulan ATBI 2016.
"Kami mengapresiasi apa yang diusulkan BI dengan melakukan adjustment, ini cukup rasional. Beberapa catatan tetap dalam pengawasan. Fraksi PKS bisa menerima sehingga angkanya menjadi Rp 9,54 triliun dengan catatan pengawasannya diperkuat," kata dia.
Amir Uskara dari PPP juga menyetujui usulan ATBI 2016.
"Saya dari Fraksi PPP memberikan apresiasi dalam penyesuaian ATBI 2016. Tugas BI menjaga nilai tukar rupiah. Kami menyatakan menerima untuk dikelola dengan baik," ucapnya.
John Kenedy Azis dari PAN menyatakan persetujuannya kepada BI terkait ATBI 2016.
"Kepercayaan yang kita berikan ini harus benar-benar dijalankan dengan baik. Plafon kita menyetujui tentu cost and benefitnya harus sesuai," ujar dia.
Sedangkan Misbakhun dari Golkar menyetujui dengan membubuhi beberapa syarat, di antaranya neraca BI harus selalu dilampirkan di masa yang akan datang sehingga posisi aset, aktiva, cadangan devisa, dan lain-lain bisa diketahui.
Biaya pencetakan uang selama ini masuk biaya masuk operasional tidak lagi masuk kebijakan.
BI masih memberikan kesempatan dan membuka kesempatan apabila pegawai BI berkeinginan pindah ke OJK.
"Itu persyaratan bersifat mengikat dan harus dilaksanakan dalam 3 bulan sebagai syarat Golkar menerima ATBI 2016," ujar Misbakhun.
Menanggapi hal tersebut di atas, Gubernur BI Agus Martowardojo menyatakan ucapan terimakasih.
"Kami menyampaikan terimakasih untuk pembahasan yang dilakukan secara berhari-hari dan disampaikan langsung sehingga kita bisa menyampaikan prosesnya. Terkait catatan yang ada, kami akan lakukan sesuai dengan UU yang berlaku," tutup Agus.
(drk/ang)











































