Naiknya suku bunga AS tersebut memberikan kepastian terhadap pasar keuangan Indonesia.
Demikian dikatakan Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro, saat ditemui usai Raker dengan Komisi XI, di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/12/2015) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang menyebutkan, naiknya Fed fund rate tersebut justru disambut positif oleh pasar keuangan Indonesia. Selama ini, isu kenaikan suku bunga AS seolah-olah menjadi hal yang menakutkan, namun kenyataannya berbeda.
"Yang ramai-ramai ini kan antisipasinya, spekulasinya, bukan realisasinya, waktu tapering off di 2013 ribut, waktu tapering diberhentiin nggak apa-apa tuh," katanya.
Selain itu, Bambang juga menilai, naiknya suku bunga AS ini tidak mempengaruhi instrumen investasi di Indonesia seperti obligasi.
"Kemarin kita ngeluarin (global bond) di appreciate banyak orang tuh, yang US$ 3,5 billion, IMF saja memuji kita karena moment nya pas sekali," katanya.
(drk/rrd)











































