Ke depan, sistem dan pengoperasian ATM Bank BUMN semuanya akan disatukan menjadi jaringan ATM Himbara atau 'merger' ATM BUMN. Tujuannya ialah mendorong efisiensi dari sisi nasabah dan perbankan.
Bila semua berjalan mulus, ada potensi penghematan untuk biaya pengelolaan ATM hingga biaya transaksi. Untuk biaya perawatan hingga pengelolaan yang dikeluarkan oleh bank, potensi penghematan bisa Rp 6,8 triliun per tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila ditotal, penghematan biaya pengelolaan dan biaya transaksi untuk 55.804 unit ATM mencapai Rp 14,1 triliun.
Hari ini, ATM Himbara baru diluncurkan secara resmi sebanyak 50 unit di Jabodetabek. Pada tahun 2016, Bank BUMN berencana menambah lagi 800 unit ATM Himbara. Penambahan dilakukan secara bertahap sejalan dengan evaluasi.
"Pertanyaan berikutnya? Kapan selanjutnya ya kita evaluasi dulu," sebutnya.
Selain menghemat biaya pengelolaan dan biaya transaksi, Asmawi mengaku ada efisiensi biaya investasi untuk pengadaan mesin ATM baru. Untuk investasi 1 unit mesin ATM baru berserta sistem jaringannya, Bank BUMN biasanya mengeluarkan biaya Rp 100 juta.
Dengan adanya ATM Himbara, setiap Bank BUMN tak perlu membeli mesin ATM baru bila di satu titik terdapat mesin ATM dari Bank BUMN yang lain.
"Bisa beri dampak efisiensi capex (Capital Expenditure). Kalau beli 1 ATM, biasanya dibayar 1 bank. Hari ini, dengan beli 1 unit ATM (ATM Himbara) bisa dibiayai bersama-sama. Kita gotong bersama-sama, beri dampak efisiensi 4 bank bank," tuturnya.
(ang/ang)











































