Demikian dikatakan Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo dalam Economic Outlook Mandiri, di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (21/12/2015).
Pria yang akrab disapa Tiko ini menjelaskan, melihat berbagai indikator makro ekonomi yang terus membaik, BI seharusnya bisa mulai melonggarkan kebijakan moneternya dengan menurunkan BI rate.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perbankan sendiri, Tiko mengungkapkan, akan lebih berhati-hati dalam menyesuaikan bunga kreditnya.
"Kita lihat pertumbuhan kredit juga, baru akan kelihatan di second half. Yang pasti perbankan tahun depan lebih optimistis. Kebijakan pemerintah sudah mulai mendapatkan respons. Ini harapannya meningkatkan growth GDP kita," terang Tiko.
Selain itu, Mandiri berencana menaikan tingkat suku bunga deposito nasabah kaya di tahun depan. Kebijakan ini seiring raupan dana pihak ketiga perbankan dan tahun depan diperkirakan likuiditas perbankan kembali mengetat.
Kenaikan suku bunga deposito Bank Mandiri hanya diperuntukan bagi nasabah kakap alias special rate, sementara yang lainnya tidak berubah.
"Khususnya yang special rate. Kalau rate counter nggak berubah," kata Tiko
Menurut Tiko, kenaikan suku bunga deposito tersebut tidak akan jauh dari penetapan suku bunga deposito saat ini di angka 7,5%. Selain itu, rencana penyesuaian suku bunga deposito ini seiring dengan persaingan obligasi pemerintah yang memberikan imbal hasil yang lebih menarik.
"Kalau ada sedikit persaingan, kan pemerintah juga mau nerbitin obligasi," ujar Tiko.
(drk/hns)











































