Bank Mandiri Berencana Pangkas Bunga Kredit Tahun Depan

Bank Mandiri Berencana Pangkas Bunga Kredit Tahun Depan

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Senin, 21 Des 2015 19:33 WIB
Bank Mandiri Berencana Pangkas Bunga Kredit Tahun Depan
Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akan mengkaji penurunan suku bunga kreditnya di tahun depan. Dengan asumsi suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang dipangkas 50 basis poin (bps) atau 0,5% di tahun depan, diperkirakan bunga kredit Bank Mandiri juga akan diturunkan di Semester II-2016.

Demikian dikatakan Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo dalam Economic Outlook Mandiri, di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (21/12/2015).

Pria yang akrab disapa Tiko ini menjelaskan, melihat berbagai indikator makro ekonomi yang terus membaik, BI seharusnya bisa mulai melonggarkan kebijakan moneternya dengan menurunkan BI rate.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Suku bunga itu memang gampang-gampang susah. Inflasi terkendali di bawah 3%, harusnya kebijakan suku bunga mulai mengarah ke positif, kita sangat memahami BI di awal tidak langsung menurunkan BI rate. Mungkin BI akan ngukur 1-2 kali (kenaikan the Fed) lagi baru akan comfortable naikin BI rate," terang dia.

Perbankan sendiri, Tiko mengungkapkan, akan lebih berhati-hati dalam menyesuaikan bunga kreditnya.

"Kita lihat pertumbuhan kredit juga, baru akan kelihatan di second half. Yang pasti perbankan tahun depan lebih optimistis. Kebijakan pemerintah sudah mulai mendapatkan respons. Ini harapannya meningkatkan growth GDP kita," terang Tiko.

Selain itu, Mandiri berencana menaikan tingkat suku bunga deposito nasabah kaya di tahun depan. Kebijakan ini seiring raupan dana pihak ketiga perbankan dan tahun depan diperkirakan likuiditas perbankan kembali mengetat.

Kenaikan suku bunga deposito Bank Mandiri hanya diperuntukan bagi nasabah kakap alias special rate, sementara yang lainnya tidak berubah.

"Khususnya yang special rate. Kalau rate counter nggak berubah," kata Tiko

Menurut Tiko, kenaikan suku bunga deposito tersebut tidak akan jauh dari penetapan suku bunga deposito saat ini di angka 7,5%. Selain itu, rencana penyesuaian suku bunga deposito ini seiring dengan persaingan obligasi pemerintah yang memberikan imbal hasil yang lebih menarik.

"Kalau ada sedikit persaingan, kan pemerintah juga mau nerbitin obligasi," ujar Tiko.

(drk/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads