BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan Punya Dirut Baru Februari 2016

BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan Punya Dirut Baru Februari 2016

Lani Pujiastuti - detikFinance
Rabu, 30 Des 2015 12:10 WIB
BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan Punya Dirut Baru Februari 2016
Jakarta - Dewan Direksi dan Dewan Pengawas baik BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan saat ini dijabat oleh pelaksana tugas (Plt) hingga terbentuk susunan baru.

Pembentukan Dewan Direksi menunggu penujukan Direktur Utama definitif oleh Presiden sedangkan Dewan Pengawas perlu persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang saat ini tengah masa reses.

"Dijabat Plt (pelaksana tugas) saya pikir operasional BPJS nggak akan ada masalah, terus berjalan dari pejabat lama. Kita perkirakan Februari bisa selesai proses pembentukan dewan pengawas di DPR. Kalau bisa dipercepat akhir Januari selesai. Sekarang kan masa reses," kata Hariyadi B. Sukamdani, anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Jakarta, Rabu (30/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait pengambilan kebijakan strategis selama dijabat oleh Plt pun, menurut Hariyadi tetap.bisa dilakukan. Hariyadi menjelaskan transisi ini sudah dipersiapkan jauh-jauh hari.

"Kebijakan strategis, saya rasa tidak ada sesuatu hal yang harus diputuskan dekat-dekat ini. Transisi sudah kita siapkan jauh-jauh hari. BPJS itu praktis sudah sangat rigid aturannya. Rasa-rasanya nggak mungkin melakukan sesuatu di luar aturan," jelas Hariyadi.

Terkait upaya-upaya ekspansi pun menurutnya tidak akan tergangggu. Ekspansi BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan yaitu lebih kepada jumlah kepesertaan sehingga tugas tersebut tetap bisa berjalan.

Selain itu, kata Hariyadi, awal tahun relatif belum banyak aktivitas. Ia memperkirakan Plt akan menjabat paling lama hingga Februari 2016.

"Perkiraan saya sampai akhir Januari (Plt menjabat). Jadi Februari bisa terbentuk (dewan direksi dan dewan pengawas baru). DPR saya rasa akan cepat kok prosesnya sampai ada dewan pengawas dan dewan direksi yang baru," katanya.

Ketika disinggung mengenai pemilihan Direktur Utama yang baru baik BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan, Hariyadi belum bisa bercerita banyak. Ia hanya menyampaikan sudah ada beberapa nama yang lolos.

"Dari BPJS Ketenagakerjaan yang lolos ada 3 nama. Kalau dari BPJS kesehatan ada 4 nama," pungkasnya.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads