"Dari rencana bisnis bank-bank yang telah disampaikan kepada kita, kredit bisa mencapai 14%," ungkap Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Haddad di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (30/12/2015).
Menurut Muliaman, hal ini tidak terlepas dari kondisi makro perekonomian tahun depan. Pertumbuhan ekonomi yang dipatok oleh pemerintah dalam APBN 2016 adalah 5,3% atau lebih tinggi dari perkiraan realisasi tahun ini yang sekitar 4,8%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira target 14% itu tercapai dengan catatan lingkungan makro mendukung. Kalau kemudian target pertumbuhan ekonomi meningkat dari 2015 saya kira memang angka 14% itu memang yang tidak sulit tercapai," jelasnya.
Dari sisi lain, Muliaman menambahkan, kondisi perbankan cukup baik. Baik dari sisi kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR), hingga profil kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL).
"Artinya kita menutup tahun 2015 dengan keyakinan bahwa lembaga keuangan siap untuk memasuki tahun 2016. Terutama ketika semua orang memprediksi pertumbuhan ekonomi nasional akan meningkat tahun 2016," paparnya.
"Jadi saya kira bisa dikawal dan didorong dan tentunya diawasi karena semuanya perlu pengawasan dan pengaturan. Dari OJK terus memantau secara dekat, dari waktu ke waktu dan tentu saja mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan," tukas Muliaman.
(mkl/drk)











































