PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) telah menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan skema FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) sebesar Rp 12 triliun tahun lalu. Menurut Direktur Utama BTN, Maryono, dana FLPP tersebut untuk membiayai kredit perumahan antara lain di wilayah Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi.
"Subsidi FLPP realisasinya Rp 12 triliun," ujar Maryono usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), di Kantor Pusat BTN, Jakarta, Kamis (6/1/2016).
Mayoritas dana FLPP mengalir untuk pembiayaan perumahan di Jawa seperti Jabodetabek, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Sisanya tersebar ke Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maryono menambahkan, pemerintah mengalokasikan Rp 12 triliun untuk pembiayaan kredit perumahan tahun ini. Dana sebesar itu dibagi antara lain sebesar Rp 9,1 triliun untuk FLPP, sedangkan sisanya untuk subsidi selisih angsuran, bantuan uang muka, dan guarantee atau jaminan untuk calon penerima KPR.
Selain itu, Maryono mengatakan, target realisasi penyaluran KPR BTN tahun ini masih seperti tahun sebelumnya yaitu di atas 90%.
"Jadi, kalau dari tahun-tahun lalu realisasi kami di atas 90% sisanya baru bank yang lain, tahun ini juga begitu, kami targetkan di atas 90%," tutur Maryono
(hns/drk)











































