Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman Hadad mengungkapkan, selain menggeber lewat program Layanan Keuangan Tanpa Kantor atau Laku Pandai, peningkatan literasi keuangan akan masif dilakukan lewat program Simpanan Pelajar (SimPel).
"Kita salah satu negara yang sangat rendah literasi keuangan, meski bukan yang paling rendah. Makanya selain dengan Laku Pandai, kita juga perbanyak SimPel," katanya di acara peresmian Laku Pandai, Asuransi Mikro, dan SimPel di Terminal Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (8/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain sebagai dana murah untuk perbankan, SimPel bisa jadi sarana paling efektif mendongkrak literasi keuangan saat ini.
"Ada 50 juta pelajar di sekolah umum dan keagamaan, yang menabung masih sedikit. Harus digagas dan dididik kebiasaan menabung sejak dini daripada konsumtif," jelas Muliaman.
Selain itu, hal tersebut bisa mendorong perekonomian Indonesia.
"Sekaligus sangat baik buat ekonomi, karena semakin banyak tabungan, ini bisa memobilisasi buat ekonomi karena semakin banyak dana yang bisa diinvestasikan. Ini sangat membantu pertumbuhan ekonomi," tambahnya.
Muliaman mengungkapkan, agen Laku Pandai di desa-desa bisa sekaligus menjaring nasabah-nasabah pelajar.
Hal ini karena pembukaan dan setoran rutin Laku Pandai bisa dilakukan dalam besaran berapa pun, serta tanpa biaya administrasi bulanan.
"Ini (Laku Pandai) bisa digabungkan dengan SimPel. Syukur-syukur agen bisa sambil jadi agen asuransi. Dari 30.000 agen sekarang kita target tambah 300.000 agen di tahun ini," pungkasnya.
Tabungan SimPel adalah tabungan untuk siswa yang diterbitkan secara nasional oleh bank-bank di Indonesia, dengan persyaratan mudah dan sederhana serta fitur yang menarik.
Tabungan SimPel diperuntukkan bagi siswa PAUD, TK, SD, SMP, SMA, Madrasah (MI, MTs, MA) atau sederajat, yang berusia di bawah 17 tahun dan belum memiliki KTP.
Pembukaan rekening tabungan SimPel dilakukan melalui kerjasama antara sekolah dengan bank dalam rangka edukasi dan inklusi keuangan untuk menumbuhkan budaya menabung sejak dini.
(drk/drk)











































