Rapat Tertutup 3 Jam, DPR dan BI Bahas 'Rahasia' Strategi Kelola Devisa

Rapat Tertutup 3 Jam, DPR dan BI Bahas 'Rahasia' Strategi Kelola Devisa

Dana Aditiasari - detikFinance
Senin, 11 Jan 2016 20:25 WIB
Rapat Tertutup 3 Jam, DPR dan BI Bahas Rahasia Strategi Kelola Devisa
Jakarta - Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) siang ini menggelar Rapat Kerja dengan jajaran pejabat Bank Indonesia (BI) membahas mengenai pengelolaan devisaβ€Ž di tanah air.

Rapat dimulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB dan berlangsung secara tertutup. Dalam rapat tersebut, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menyampaikan langkah teknis dalam menjalankan kebijakan pengelolaan cadangan devisa negara oleh lembaga yang dipimpinnya.

"Ini lebih BI menjelaskan tentang bagaimana tugas BI sesuai Undang-undang, kita jelaskan kebijakan yang dimiliki BI. bagaiman bauran kebijakan itu dijalankan, juga bagaimana departemen moneter mengelola moneter kita, bagaimana departemen devisa mengelola devisa kita," ujar dia ditemui usai repat tersebut, Senin (11/1/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus menjelaskan permintaannya agar Rapat digelar tertutup adalah karena langkah strategis menghadapi satu kondisi ekonomi merupakan hal yang sangat rahasia yang merupakan bagian dari strategi negara menghadapi persaingan ekonomi global.

Penyampaian rinci yang disampaikan pihaknya dalam rapat hari ini, diharapkan seluruh Anggota Komisi IX DPR RI dapat memahami langkah-langkah yang telah dan akan ditempuh BI dalam menghadapi tekanan ekonomi global.β€Ž

Sehingga, menurutnya DPR tidak perlu lagi meragukan langkah yang diambil BI untuk menghadapi tekanan ekonomi global.

"BI meyakini tidak perlu dilakukan audit bukan karena kita tidak membuka diri, tetapi kita menggunakan forum tertutup seperti ini tadi untuk menjelaskan kebijakan-kebijakan BI, bahkan kita undang komisi XI untuk lihat lingkungan BI," pungkas dia.

Sebelumnya, pihak Komisi XI DPR RI mendesak dilakukannya audit terhadap kinerja Otoritas BI. Desakan ini disampaikan lantaran ada kecurigaan bahwa BI tidak bekerja dengan baik sehingga menyebabkan nilai tukar rupiah terhada dolar Amerika Serikat (AS) terus merosot, sementara suku bunga acuan tetap tinggi.

(dna/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads