Sun Life Bidik Pendapatan Premi Baru

Sun Life Bidik Pendapatan Premi Baru

Wahyu Daniel - detikFinance
Selasa, 12 Jan 2016 08:27 WIB
Sun Life Bidik Pendapatan Premi Baru
Jakarta - PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life), selaku perusahaan asuransi jiwa, optimistis pendapatan premi pada tahun ini tumbuh di atas target industri asuransi. Tahun ini, Sun Life memulai gerak bisnisnya dengan mengumpulkan 1.200 tenaga penjual terbaik dari seluruh Indonesia.

"Kegiatan tahunan ini untuk memastikan bahwa seluruh tenaga penjual memiliki motivasi tinggi dalam menghadapi pasar asuransi yang semakin kompetitif di Indonesia pada 2016 ini," ujar Presiden Sun Life Financial Asia, Kevin Strain, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (12/1/2016).

Presiden Direktur Sun Life Financial, Elin Waty, mengatakan selama tiga tahun belakangan ini, Sun Life selalu meraih pertumbuhan premi bisnis baru di atas yang dicapai industri asuransi di Indonesia. Tahun lalu, Sun Life mencatat pendapatan premi hingga kuartal III-2015 tumbuh 16% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pendapatan premi bisnis baru naik 19%, jauh lebih tinggi dari pasar industri asuransi yang hanya sekitar 9%. Aset Sun Life juga meningkat 7% yang sebesar Rp5,7 triliun pada kuartal III-2015. Namun belum bisa diumumkan berapa target yang dipasang tahun ini.

Elin yakin, dengan pencapaian yang signifikan di tahun lalu, tahun ini akan jauh lebih baik. Apalagi Sun Life membuka banyak kantor pemasaran baru baik kantor konvensional maupun syariah di berbagai kota di Indonesia. Seperti dua kantor pemasaran konvensional yang baru dibuka pada Sabtu lalu di Malang, dan satu kantor syariah di Gresik.
Β 
Dia menjelaskan, Jawa Timur menyumbangkan 14% pendapatan bagi Sun Life di 2015. Sejalan meningkatnya kesejahteran masyarakat dan kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi, pihaknya menyediakan akses lebih mudah bagi nasabah dengan memperluas bisnis Sun Life di Jawa Timur dan sekitarnya.

"Tahun lalu, kami juga telah memindahkan kantor Agency Recruitment and Development Center (ARDC) di Surabaya ke lokasi yang lebih strategis," kata Elin.

Lewat kantor baru itu, Sun Life dapat menyediakan pelatihan dan pengetahuan tentang produk bagi para tenaga penjual, agar mereka dapat memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah. Sun Life telah mencatat pertumbuhan jumlah tenaga penjual yang baik, saat ini jumlahnya melampaui 9.800. Angka itu naik 18,5% dibanding 2014.

Tahun ini, Sun Life juga makin fokus pada pengembangan bisnis asuransi syariah. "Fokus utama pengembangannya di Indonesia Timur. Sebab wilayah ini memiliki penduduk Muslim yang besar," katanya.

Langkah awal di tahun ini dengan membuka kantor pemasaran syariah di Gresik. Dengan program perekrutan tenaga pemasar yang berkualitas, dan menambah kuantitasnya, Sun Life bisa menjadi pemimpin pasar industri syariah di Gresik. Saat ini, di Gresik ada 35 tenaga pemasar. Hingga akhir tahun ditargetkan jumlahnya mencapai 150 orang.

Hingga kuartal III-2015, kontribusi pendapatan premi dari syariah sebesar 20% yaitu sekitar Rp35 miliar dengan total nasabah sekitar 3.000 orang. Padahal, distribusi syariah Sun Life baru diluncurkan Juli 2014 lalu.

Tahun ini diperkirakan akan tumbuh jauh lebih tinggi, melihat potensi yang besar. Menurut dia, potensi bisnis syariah sangat tinggi karena melihat populasi di Indonesia. Saat ini sekitar 87% penduduk Indonesia adalah Muslim.

Kemudian, tahun ini Sun Life juga akan membuka 10 kantor pemasaran syariah baru di beberapa kota. Beberapa kota yang tengah dibidik seperti Jombang, Banyuwangi, dan Kediri.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads