Pengusaha Pemula Banyak Tak Tahu Bunga KUR Cuma 9%

Pengusaha Pemula Banyak Tak Tahu Bunga KUR Cuma 9%

Maikel Jefriando - detikFinance
Minggu, 24 Jan 2016 16:35 WIB
Pengusaha Pemula Banyak Tak Tahu Bunga KUR Cuma 9%
Foto: Maikel - detikFinance
Jakarta - Kredit Usaha Rakyat (KUR) ternyata belum banyak dioptimalkan oleh kalangan dunia usaha, meski bunga yang dikenakan sudah cukup rendah, yakni 9%. Ternyata permasalahannya adalah informasi yang belum tersebar dengan cukup baik, terutama kepada pengusaha baru.

Demikianlah diungkapkan oleh Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, Sri Adiningsih di sela-sela kunjungan pada pameran UMKM di Gedung Smesco,โ€Ž Jakarta Selatan, Minggu (24/1/2015).

โ€Ž"Masalahnya begini, seringkali pengusaha baru juga kelompok-kelompok asosiasi, belum tahu sehingga belum memanfaatkan dengan baik fasilitas, program atau dukungan yang disediakan," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyarankan agar pemerintah terus meningkatkan sosialisasi kepada pengusaha pemula, khususnya yang bergerak di ekonomi kreatif. Kelompok ini tersebar di berbagai daerah dengan informasi yang terbatas, sementara mereka sangat perlu bantuan pembiayaan.

"โ€ŽTentu saja pemerintah, khususnya Kementerian Koperasi dan UKM harus bisa menjangkau, terutama yang kreatif ini," imbuh Sri.

Di samping itu, Sri menjelaskan pengurusan badan hukum usaha hingga hak paten. Menurut Sri, fasilitas tersebut sudah digratiskan oleh pemerintah namun sosialisasinya masih sangat kurang.

"Untuk notaris pendaftaran gratis, bahkan untuk hak paten dibantu. Banyak program UMKM, selain bunga murah dan support lainnya banyak sekali," jelasnya.

Dana yang disediakan tahun ini untuk penyaluran KUR adalah Rp 100 triliun namun bila pemintaannya tinggi, maka pembiayaan akan bisa ditingkatkan menjadi Rp 120 triliun.

โ€Ž"Cobalah datang ke Kementerian Koperasi dan UKM yang sekarang ini banyak sekali proyek agar bisa dimanfaatkan. Sayang sekali kalau tidak bisa digunakan. Itu bukan hanya untuk UMKM tapi pada orang yang sekarang menjadi pengusaha serta ingin berkembang dan produksi," pungkasnya.

(mkl/feb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads