Kelima perusahaan pembiayaan tersebut akan menyalurkan 1% dari total KUR sebesar Rp 120 triliun tahun ini. KUR yang disalurkan mereka khusus KUR mikro dengan plafon kredit Rp 25 juta.
"Kami dijatahkan 1% dari total KUR, sisanya masuk ke perbankan. Ada KUR retail, KUR mikro, dan KUR TKI. Kita hanya ikut di KUR mikro yang jumlahnya maksimal Rp 25 juta. Ada 5 perusahaan yang sudah mendaftarkan, diantaranya Adira, BCA Finance, MNC, Mega Finance," kata Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Suwandi Wiratno, saat acara Pertemuan Anggota dan Apresiasi APPI di Hotel Raffles, Jakarta, Selasa (26/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun ini kan diperkirkan Rp 100-120 triliun yang akan disalurkan. Kalau bisa masuk perusahaan pembiayaan, ini potensi yang cukup baik terutama untuk-untuk daerah-daerah yang belum terlayani oleh kantor cabang bank. OJK juga sudah mendorong perusahaan pembiayaan untuk masuk ke modal kerja, investasi, dan sebagainya. Harapan saya, ini bisa dilakukan dengan sebaik-baiknya," tuturnya.
Dia menjelaskan, perusahaan pembiayaan yang menyalurkan harus memenuhi beberapa syarat. Pertama, harus memiliki pengalaman mumpuni dalam penyaluran kredit untuk kegiatan produktif. Kedua, sudah memiliki manajemen resiko yang handal. Ketiga, pengelolaan perusahaannya juga harus baik.
"Prinsipnya sebetulnya hampir sama dengan perbankan. Tentunya yang masuk dalam pembiayaan KUR ini, pasti secara tidak langsung corporate governance sudah bagus, manajemen resikonya sudah handal," ucap Edy.
Penyaluran KUR oleh perusahaan pembiayaan swasta ini tidak hanya akan diawasi oleh OJK saja, tapi juga oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) karena menyangkut dana yang berasal dari APBN.
"Pengawasannya tidak hanya kita OJK, tapi kan dari kantor Kemenkeu, karena menggunakan subsidi dari pemerintah, pemerintah punya aparatnya sendiri. Ini kan ada subsidi bunga yang diberikan oleh pemerintah, dari dana pemerintah. Jadi harus diawasi betul. Kita bisa mengawasi dari segi kesehatan lembaga keuangannya," ujarnya.
Ditargetkan, perusahaan pembiayaan swasta bisa mulai menyalurkan KUR mulai Maret 2016.
"Mudah-mudahan di akhir triwulan I ini terealisir," tutupnya. (hns/hns)











































