Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adhityaswara menjelaskan faktor yang menjadi pertimbangan adalah data perkembangan ekonomi baik dari sisi eksternal dan internal.
Faktor eksternal, yakni terkait dengan keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed) dan perekonomian China. Kedua hal tersebut besar pengaruhnya terhadap sentimen investor yang memicu pergerakan nilai tukar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau situasi (nilai tukar) tetap stabil, inflasi bagus, kan BI udah bilang ada ruang pelonggaran," kata Mirza di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (28/1/2016)
Mirza enggan menyebutkan besaran pelonggaran tersebut. Hal ini sangat bergantung kepada data perekembangan ekonomi. "Nanti kita liat datanya," imbuhnya. (mkl/hns)











































