Demikian disampaikan Direktur Utama BTN Maryono dalam paparan media di Kantor Pusat BTN, Jakarta, Kamis (4/2/2016).
Peningkatan laba yang cukup signifikan ini tak lepas dari kinerja perusahaan yang fokus di pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kelas menengah ke bawah, yang terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertumbuhan kredit Bank BTN ini berada di atas rata-rata industri nasional yang berada hanya pada kisaran 9,85%," kata Maryono.
Sejalan dengan pertumbuhan dan peningkatan kualitas kredit, Maryono mengungkapkan, peningkatan bisnis perseroan juga dapat dilihat dari meningkatnya Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan yang mencapai Rp 128 triliun pada 2015.
Angka tersebut tercatat tumbuh 19,97% dari periode sebelumnya sebesar Rp 128 triliun.
"Perolehan dana pihak ketiga perseroan ini juga berada diatas rata-rata industri nasional yang berada hanya pada kisaran 7,70%," sambung dia.
Sementara total aset perseroan tumbuh sebesar 18,83% dari Rp 144,6 triliun pada tahun sebelumnya menjadi Rp 172 triliun pada akhir 2015. Pertumbuhan aset ini juga berada di atas rata-rata industri nasional yang berada hanya pada kisaran 9,29%. (dna/drk)











































