Demikian disampaikan Kepala Departemen Kebijakan Moneter BI, Juda Agung saat ditemui di Gedung BI, Thamrin, Jakarta, Selasa (9/2/2016).
"Ruang (penurunan BI rate) itu kan ada dan dalam press rilis terakhir kan, akan dilihat dari bulan ke bulan tergantung pada kondisi inflasi," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Juda, angka inflasi akan banyak dipengaruhi berbagai hal, salah satunya soal harga minyak dunia yang juga akan berpengaruh terhadap harga Bahan Bakar Minyak BBM) di dalam negeri.
"Kondisi global termasuk juga harga minyak. Karena harga minyak itu dampaknya inflasinya begitu besar, kalau pemerintah melakukan perubahan harga BBM dalam negerinya," katanya.
Jika harga minyak dunia terus turun, tentu akan membuat harga BBM di dalam negeri lebih murah, sehingga bisa menekan angka inflasi. Dengan begitu, langkah BI untuk menurunkan tingkat suku bunganya semakin terbuka lebar.
"Kita akan terus pantau ya. Juga misalnya kalau harga minyak dunia turun, harga BBM dalam negeri turun, harga angkutan turun nggak. Karena ini besar dampaknya. Begitu harga angkutan turun, dampakanya core inflation itu sangat besar karena mempengaruhi semuanya," pungkasnya. (drk/drk)











































