Direktur Eksekutif Departemen Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI Juda Agung mengatakan, tingginya angka inflasi di daerah ini, salah satunya disebabkan oleh tidak adanya interkoneksi antar pulau sehingga menyebabkan distribusi logistik menjadi terhambat.
Juda menjelaskan, biasanya inflasi di berbagai daerah terpencil seperti Indonesia Timur itu tinggi, volatilitas dan gejolak harganya juga tinggi, serta disparitas perbedaan harga antar wilayah itu sangat tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalah distribusi logistik pangan ini, tentunya bisa diatasi apabila sudah ada infrastuktur yang memadai, seperti tol laut yang sedang dalam pengerjaan.
Saat ini, pihaknya belum bisa melakukan assessment secara keseluruhan karena faktor konektivitas itu masih terus dikembangkan pemerintah.
"Bukan hanya tol laut, tapi feeder-feeder wilayah mempengaruhi. Misal kita bicara Jakarta-Kupang. Di sana ada feeder-feeder di wilayah juga mempengaruhi. Kami belum evaluasi secara keseluruhan, tapi kajian kami menunjukkan ini berpengaruh cukup besar," ujarnya. (drk/drk)











































