Ekonom Destry Damayanti menilai, likuiditas perbankan dalam negeri awal tahun ini mulai membaik. Ini akan mendorong tren turunnya suku bunga perbankan.
"BI juga sudah menurunkan BI Rate. Jadi saya rasa ruang itu ada, tapi tetap kita akan hati-hati. Dari perbankan yang menjadi perhatian itu adalah NPL (kredit bermasalah), karena bisnis kita juga belum pulih kembali," katanya ditemui di Universitas Indonesia (UI), Salemba, Rabu (10/2/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, faktor-faktor tersebut yang akan menjadi acuan perbankan dalam mengubah suku bunganya. Selain itu, faktor inflasi juga memberi pengaruh yang signifikan.
"Kemudian faktor yang mempengaruhi pergerakan suku bunga seperti global. Karena kalau global aman, dan ekonomi kita menunjukan perbaikan walaupun ada beberapa sektor yang masih masalah, tapi overall arahnya sudah membaik," jelasnya.
"Tentunya aktivitas ekonomi akan mulai pulih kembali sehingga juga akan mempengaruhi likuiditas secara nasional sehingga likuiditas bank juga. Artinya ruang penurunan suku bunga itu buka hal yang sederhana tapi memang regulator akan melihat berbagai aspek," tutupnya.
(ang/feb)











































