Inflasi 2%, Bunga Kredit Nggak Akan Lagi Double Digit

Inflasi 2%, Bunga Kredit Nggak Akan Lagi Double Digit

Maikel Jefriando - detikFinance
Jumat, 12 Feb 2016 10:58 WIB
Inflasi 2%, Bunga Kredit Nggak Akan Lagi Double Digit
Foto: Maikel Jefriando
Kupang - Inflasi menjadi salah satu acuan untuk penentuan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI rate dan bisa mempengaruhi bunga kredit. Bila inflasi rendah, maka mampu menggiring bunga kredit menjadi lebih rendah.

Direktur Eksekutif, Departemen Riset dan Kebijakan Moneter BI Juda Agung mengatakan, pada 2015 inflasi mencapai 3,35%. Angka tersebut sesuai dengan perkiraan BI saat awal tahun yang diasumsikan pada rentang 4Β±1%.

"Harusnya bisa pada rata-rata 0-2% inflasinya. Ini yang ingin kita capai. Karena nanti bunganya nggak perlu tinggi. Bunga kredit nggak akan double digit," ungkapnya di Hotel Aston, Kupang, Jumat (12/2/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini yang sudah terealisasi pada negara-negara tetangga, dengan inflasi yang terjaga di bawah 2%. Inflasi yang terus menurun, berarti akan mendorong peningkatan daya saing di dalam negeri.

"Inflasi kita masih tinggi dibandingkan negara-negara tetangga," sebutnya.

Salah satu yang harus dibenahi sekarang adalah sistem logistik. Menurut Juda, selama ini hal tersebut menjadi penyebab munculnya lonjakan inflasi. Terutama terhadap pangan.

"Logistik ini terhambat dan memperlambat upaya untuk menurunkan inflasi," imbuhnya.

Juda menambahkan, perbaikan sistem logistik juga akan mampu mendorong aktivitas perekonomian lebih tinggi. Ini harus menjadi prioritas di tengah kegiatan ekonomi dari sisi ekspor tidak lagi dapat diandalkan.

"Kita tahu ekspor sulit untuk didorong seiring dengan perlambatan global. Jadi mau tidak mau kita aktifkan perdagangan dalam negeri, antar daerah. Kalau sistem logistik diperbaiki maka akan meningkatan ekonomi antara daerah," paparnya. (mkl/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads