Direktur Eksekutif, Departemen Riset dan Kebijakan Moneter BI Juda Agung mengatakan, pada 2015 inflasi mencapai 3,35%. Angka tersebut sesuai dengan perkiraan BI saat awal tahun yang diasumsikan pada rentang 4Β±1%.
"Harusnya bisa pada rata-rata 0-2% inflasinya. Ini yang ingin kita capai. Karena nanti bunganya nggak perlu tinggi. Bunga kredit nggak akan double digit," ungkapnya di Hotel Aston, Kupang, Jumat (12/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Inflasi kita masih tinggi dibandingkan negara-negara tetangga," sebutnya.
Salah satu yang harus dibenahi sekarang adalah sistem logistik. Menurut Juda, selama ini hal tersebut menjadi penyebab munculnya lonjakan inflasi. Terutama terhadap pangan.
"Logistik ini terhambat dan memperlambat upaya untuk menurunkan inflasi," imbuhnya.
Juda menambahkan, perbaikan sistem logistik juga akan mampu mendorong aktivitas perekonomian lebih tinggi. Ini harus menjadi prioritas di tengah kegiatan ekonomi dari sisi ekspor tidak lagi dapat diandalkan.
"Kita tahu ekspor sulit untuk didorong seiring dengan perlambatan global. Jadi mau tidak mau kita aktifkan perdagangan dalam negeri, antar daerah. Kalau sistem logistik diperbaiki maka akan meningkatan ekonomi antara daerah," paparnya. (mkl/drk)











































