Hadir menjadi pembicara adalah Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara. Sementara mahasiswa yang datang berasal dari berbagai fakultas dengan jumlah sekitar 100 orang.
Mirza menceritakan tugas BI dimulai dengan memproduksi uang kertas. BI bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Peruri. BI biasanya membuat perencanaan awal tahun bersama pemerintah, kemudian diserahkan kepada Peruri untuk pencetakan uang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian adalah penyaluran uang. Dalam tugas ini, BI berbeda halnya dengan perbankan seperti Bank Mandiri, BCA, BNI, BRI dan lainnya.
"Apa bedanya BI dangan bank-bank itu. Bi adalah banknya bank. Maksudnya apa? Kalau ambil uang di bank, ambil di ATM, uangnya dari mana. Uangnya itu dari BI," jelasnya.
Proses pengedaran dibantu oleh para pegawai BI yang tersebar di berbagai daerah. Di samping itu juga bekerjasama dengan pihak kepolisian dan TNI untuk menjangkau daerah-daerah tertentu. Selain pengedaran, juga sekaligus dilakukan penarikan uang lusuh.
"Ada pasukan BI yang sampai ke Natuna, Talao, Pulau Rote an lain-lain untuk mengedarkan uang. Kemudian pulangnya bawa apa? Bawa uang lusuh. Jadi BI berusaha agar uang yang ada di masyarakat harus licin dan bagus," papar Mirza.
"Uang lusuh itu nantinya dihancurkan. Sampai tidak berbentuk uang. Tentu dengan pengamanan yang sangat ketat. Jadi harus benar-benar aman saat penghancuran tersebut," tegasnya
Tugas selanjutnya adalah mengawasi dan mengatur uang non tunai. Mirza menyebutkan, jumlah non tunai mencapai Rp 4.000 triliun jauh lebih besar dibandingkan uang tunai Rp 500 triliun.
"BI juga mengawasi dan mengatur transaksi uang non tunai. Menghitung juga berapa yang ada di seluruh Indonesia. Setiap hari ada uang masuk keluar dari berbagai nasabah. Itu namanya lalu lintas sistem pembayarn yang kita awasi dan atur," ujar Mirza.
BI juga menjadi tempat penampung uang pemerintah. Bila adanya penerimaan negara, baik dari pajak maupun non pajak maka akan disetorkan ke rekening BI. Begitu juga penyaluran ke pemerintah daerah.
"Jadi BI tempat rekening pemerintah. Setelah pemerintah terima yang, sebagian dari itu disalurkan ke pemda. Ada namanya Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU)," pungkasnya. (mkl/ang)











































