Mimin Ratmini, adalah salah satu dari agen Laku Pandai yang berada di Desa Karang Mulya, Kota Cirebon. Ia telah bergabung menjadi agen Laku Pandai dari Bank BTPN sejak Oktober 2015 dan sampai saat ini ia telah memiliki 204 nasabah.
Namun, dalam perjalanannya menjadi agen Laku Pandai, ia harus menghadapi tantangan untuk mengajak masyarakat menjadi nasabahnya karena banyak dari mereka yang mengira dirinya menawarkan untuk kredit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awalnya, ia mengajak masyarakat untuk ikut bergabung pada saat berkumpul dengan ibu-ibu PKK di sekitar rumahnya, namun beberapa dari mereka juga menolak untuk bergabung karena sudah terlebih dulu mempunyai rekening di bank.
"Ibu-ibu PKK ada juga yang bilang sudah punya tabungan di bank ini, bank itu, terus saya bilang kalau nggak mau ya nggak apa-apa, saya kan cuma nawarin, kan ada juga yang belum punya rekening," ungkap Mimin.
Selain itu, maraknya investasi ilegal alias bodong di Cirebon akhir-akhir ini diakui OJK merupakan salah satu faktor yang menghambat program Laku Pandai, masyarakat kebanyakan menolak ajakan ini karena penuh kecurigaan atas legalnya program ini.
"Di Cirebon ini sedang marak investasi ilegal, jadi banyak kecurigaan, berpengaruh ke pemasaran yang dilakukan bu Mimin, jadi ada resistensi dari warga, tapi bu Mimin tidak putus asa," ujar Kepala OJK Cirebon, Muhamad Lutfi, menambahkan. (drk/drk)











































