Ini Cara Pemerintah Turunkan Suku Bunga Perbankan

Ini Cara Pemerintah Turunkan Suku Bunga Perbankan

Muhammad Idris - detikFinance
Selasa, 16 Feb 2016 14:49 WIB
Ini Cara Pemerintah Turunkan Suku Bunga Perbankan
Foto: Maikel Jefriando-detikFinance
Jakarta - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan tingkat suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 7,25%. Penurunan BI Rate diharapkan akan memacu pertumbuhan sektor riil serta daya beli masyarakat.

Pemerintah berupaya untuk bisa menurunkan bunga tabungan atau deposito nasabah kelas kakap di perbankan. Dengan penurunan suku bunga tabungan dan deposito, diharapkan bisa mendorong perbankan untuk bisa menurunkan suku bunga kreditnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengungkapkan, selain upaya dari BI, pemerintah juga bakal mendorong agar bunga perbankan bisa turun lagi ke level yang lebih rendah. Caranya, dengan meminta BUMN dan institusi pemerintah pemegang dana besar tak mengendapkan uangnya di bank.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemerintah juga dorong agar tingkat bunga turun. Selama ini siapa paling banyak uang cash di dalam negeri, itu pasti BUMN atau kementerian dan lembaga, walaupun barangkali nggak semua lembaga dan BUMN banyak simpan uangnya," katanya saat ditemui di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (16/2/2016).

Menurut Darmin, upaya tersebut akan secara bertahap menurunkan suku bunga perbankan.

"Paling penting setelah BI turunkan BI Rate, agar jangan BUMN-BUMN yang punya uang di atas Rp 10 triliun jangan didiamkan di bank. BUMN suka bilang, kalau turunkan (bunga) segini, aku pindahkan ke tempat lain, itu yang akan kita batasi," jelasnya.

Agar ekonomi bisa bergerak lebih cepat, pemerintah tak ingin lagi banyak dana mengendap di bank. Hal yang paling harus dimulai yaitu dari menginstruksikan BUMN dan institusi pemerintah.

"Jangan cari duit dengan duit. Kalau itu dari pemerintah tidak boleh, swasta boleh lah begitu cari uang dengan uang. Dengan begitu tingkat bunga tabungan dan deposito bisa turun, baru setelah itu bisa sentuh tingkat bunga kredit," terang Mantan Gubernur BI ini.

Darmin berujar, tanpa upaya tersebut, sulit mengharapkan ada percepatan pertumbuhan ekonomi jika hanya mengharapkan penurunan suku bunga acuan BI.

"Daya beli pada suku bunga jangan terlalu bersemangat kapannya (berpengaruh). Yang penting prosesnya sedang berjalan, selain BI, pemerintah juga upayakan bunga turun," kata Darmin. (drk/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads