"Ada keyakinan yang kuat di opini publik dunia, bahwa uang pecahan tinggi digunakan untuk tujuan kriminal. Dalam konteks ini, kami mempertimbangan untuk melakukan sesuatu," kata Draghi seperti dilansir dari CNN, Rabu (17/2/2016).
Bank Sentral Eropa bertanggung jawab mencetak uang euro yang digunakan oleh 19 negara di Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam laporannya tahun lalu, Europol menatakan, uang tunai masih menjadi pilihan untuk pembiayaan teroris, dan permintaan uang pecahan 500 euro sangat tinggi, meski uang pecahan ini jarang sekali terlihat dalam transaksi harian di masyarakat.
"Sirkulasi uang pecahan 500 euro mencapai 30% dari keseluruhan transaksi uang kertas, meski ini bukanlah alat pembayaran yang umum digunakan," demikian bunyi laporan itu.
Draghi mengatakan, rencana penghapusan uang pecahan 500 euro akan dilakukan dengan hati-hati.
Pernyataan Draghi ini keluar, beberapa hari setelah Menteri Keuangan Eurozone, Jeroen Dijsselbloem, meminta Bank Sentral Eropa untuk ikut membantu menghalau pembiayaan teroris dengan menggunakan uang pecahan 500 euro. (wdl/wdl)











































