Rawan Dipakai Teroris, Eropa Mau Hapus Uang Pecahan 500 Euro

Rawan Dipakai Teroris, Eropa Mau Hapus Uang Pecahan 500 Euro

Wahyu Daniel - detikFinance
Rabu, 17 Feb 2016 07:29 WIB
Rawan Dipakai Teroris, Eropa Mau Hapus Uang Pecahan 500 Euro
Foto: Reuters
Jakarta - Gubernur Bank Sentral Eropa, Mario Draghi, membuat pernyataan kuat, yang mengindikasikan dirinya mempertimbangan dengan serius untuk menghapus uang kertas pecahan 500 euro. Karena diduga kuat sering digunakan untuk aktivitas kriminal, khususnya terorisme.

"Ada keyakinan yang kuat di opini publik dunia, bahwa uang pecahan tinggi digunakan untuk tujuan kriminal. Dalam konteks ini, kami mempertimbangan untuk melakukan sesuatu," kata Draghi seperti dilansir dari CNN, Rabu (17/2/2016).

Bank Sentral Eropa bertanggung jawab mencetak uang euro yang digunakan oleh 19 negara di Eropa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah aparat hukum di Eropa menyatakan, bahwa uang kertas pecahan 500 euro (US$ 557 atau sekitar Rp 7,4 juta), memudahkan para kriminal untuk melakukan pencucian uang. Selain itu, uang ini mudah dibawa ke mana-mana tanpa terdeteksi.

Dalam laporannya tahun lalu, Europol menatakan, uang tunai masih menjadi pilihan untuk pembiayaan teroris, dan permintaan uang pecahan 500 euro sangat tinggi, meski uang pecahan ini jarang sekali terlihat dalam transaksi harian di masyarakat.

"Sirkulasi uang pecahan 500 euro mencapai 30% dari keseluruhan transaksi uang kertas, meski ini bukanlah alat pembayaran yang umum digunakan," demikian bunyi laporan itu.

Draghi mengatakan, rencana penghapusan uang pecahan 500 euro akan dilakukan dengan hati-hati.

Pernyataan Draghi ini keluar, beberapa hari setelah Menteri Keuangan Eurozone, Jeroen Dijsselbloem, meminta Bank Sentral Eropa untuk ikut membantu menghalau pembiayaan teroris dengan menggunakan uang pecahan 500 euro. (wdl/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads