Banyak negara maju menerapkan suku bunga rendah hingga negatif untuk mengejar pertumbuhan ekonomi. Di antaranya adalah Jepang dan beberapa negara Eropa. Hal ini memberikan peluang Indonesia buat menarik investasi.
"Dengan beberapa bunga negatif di beberapa negara seperti Jepang, ini harus dimanfaatkan, ini peluang menarik investasi lebih besar lagi," ungkap Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro saat rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (16/2/2016).
Menurut Bambang, bunga rendah hingga negatif pada suatu negara tentunya tidak akan menarik bagi kalangan investor. Investor pasti akan memilih untuk menempatkan dana pada negara yang memberikan keuntungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang enggan menyebutkan potensi investasi yang dapat ditarik ke dalam negeri. Namun, sejauh ini terlihat bahwa Indonesia masih menjadi area yang menguntungkan buat investor, baik untuk diletakkan pada pasar keuangan maupun penanaman modal asing langsung atau Foreign Direct Investment (FDI).
"Beberapa minggu belakangan ini Indonesia masih dapat persepsi positif terutama di antara emerging ekonomi, tercermin saat lelang SUN, inflow terbesar masuk ke SUN dan belakangan ke saham," terang Bambang.
Bambang menuturkan, di antara negara berkembang di dunia, banyak yang mengalami capital outflow atau aliran dana keluar dalam seminggu terakhir. Sementara Indonesia justru banyak aliran dana masuk.
"Dana asing keluar dari semua emerging ekonomi kecuali Indonesia. Itu harus kita manfaatkan," tukasnya. (mkl/drk)











































