Darmin Sindir BUMN Jangan Minta Bunga Deposito Tinggi

Darmin Sindir BUMN Jangan Minta Bunga Deposito Tinggi

Mulya Nurbilkis - detikFinance
Kamis, 18 Feb 2016 15:20 WIB
Darmin Sindir BUMN Jangan Minta Bunga Deposito Tinggi
Foto: Maikel Jefriando-detikFinance
Jakarta - Pemerintah terus mencari cara agar suku bunga di Indonesia bisa lebih rendah dari saat ini. Bank Indonesia (BI) diminta untuk bisa menyesuaikan suku bunga acuannya atau BI Rate. Dengan penurunan BI Rate diharapkan perbankan bisa ikut menyesuaikan suku bunga kreditnya.

Untuk bisa menyesuaikan suku bunga kredit, perbankan terlebih dulu menurunkan suku bunga depositonya. Namun, perbankan juga tidak serta-merta bisa menurunkan suku bunga depositonya, terlebih terhadap deposito atau pinjaman BUMN (Badan Usaha Milik Negara) kelas kakap. Biasanya, mereka (BUMN) meminta suku bunga deposito tinggi agar dananya tetap mengendap di perbankan.

"Pada dasaranya merumuskan kerja sama dan langkah-langkah yang perlu dilakukan secara bersama-sama, sinergi, antara pemerintah kemudian Bank Indonesia dan OJK yang tujuannya adalah membawa tingkat bunga turun," ujar Menteri Perekonomian Darmin Nasution usai Rapat Terbatas, di Kantor Wapres, Jakarta, Kamis (18/2/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Darmin meminta kepada perbankan agar memberikan batasan kepada BUMN dalam penyimpanan dananya di deposito. Jangan sampai, BUMN ikut 'menekan' dalam penentuan suku bunga deposito. Khususnya pemilik dana kelas kakap.

"Garis besarnya kira-kira begini, pemerintah akan bersama-sama dengan OJK dan BI mengambil langkah-langkah di internal pemerintah termasuk BUMN agar tingkat bunga deposito dana pemerintah yang ditaruh di bank maupun dana BUMN yang ditaruh di bank itu ada batasannya. Jangan sampai pemilik dana, entah apakah itu BUMN, kemudian karena dana banyak dia tekan bank nya, saya mau 200% di atas BI rate, misalnya begitu," jelas dia.

Darmin juga mengatakan, BUMN kelas kakap kerap meminta kepada perbankan soal penetapan suku bunga deposito tinggi.

"Karena dananya banyak kemudian dibilang, kalau tidak diberikan sebesar itu saya mau pindahkan uangnya. Pasti kalah bank nya. Kita melihat BUMN kalau mau sukses, profitnya saja dinaikkan dari kegiatan utama, bukan dengan mengelola duit. Mengelola duit juga bagus, tapi tidak usah terlalu tinggi. Jadi akan ada batasan itu," kata Darmin. (drk/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads