Demikian disampaikan oleh Gubernur BI, Agus Martowardojo dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Kamis (18/2/2016).
"Pertumbuhan ekonomi 2016 diperkirakan akan lebih tinggi pada kisaran 5,2-5,6%. Pertumbuhan ekonomi tersebut akan ditopang stimulus fiskal, khususnya realisasi infrastruktur yang semakin cepat," jelas Agus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BI menyatakan, sepanjang triwulan IV-2015 lalu kondisi perekonomian Indonesia membaik, dilihat dari kinerja neraca pembayarannya. Perbaikan neraca pembayaran didukung oleh surplus neraca transaksi modal dan finansial.
Neraca modal dan finansial membaik karena masuknya modal asing, akibat ketidakpastian pasar keuangan global. Investor asing juga meyakini membaiknya prospek ekonomi Indonesia.
"Defisit transaksi berjalan di 2015 tercatat 2,06% dari PDB, jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2014 yang sebesar 3,09%," jelas Agus.
Kondisi sistem keuangan Indonesia juga terjaga hingga akhir 2015 lalu, dengan rasio kecukupan modal (CAR) perbankan sebesar 21,2%, rasio kredit bermasalah (NPL) gross sebesar 2,5%, NPL net sebesar 1,2%.
"Ketahanan perbankan menguat, meskipun kinerja menurun karena perlambatan ekonomi. Kredit tumbuh 10,5% di Desember 2015, naik dari bulan sebelumnya 9,8%. Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tumbuh 7,3%, lebih rendah dari bulan sebelumnya 7,7%. BI akan menjaga kondisi likuiditas akan cukup untuk penyaluran kredit lebih lanjut," papar Agus. (wdl/ang)











































