Tak Transparan Informasinya
BEJ Suspen Saham Bank Victoria
Kamis, 10 Mar 2005 11:16 WIB
Jakarta - Bursa Efek Jakarta (BEJ) melakukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham PT Bank Victoria International Tbk (BVIC) mulai sesi I, Kamis,(10/3/2005). Suspensi dilakukan karena perseroan dinilai tidak transparan terhadap informasi yang ditanyakan BEJ. "Sehubungan adanya informasi material yang belum disampaikan, Bursa memutuskan untuk melakukan penghentian sementara Perdagangan Efek PT Bank Victoria International Tbk pada Kamis, 10 Maret 2005 mulai pembukaan perdagangan pukul 09.30 waktu JATS hingga pengumuman lebih lanjut," kata Dirut BEJ Erry Firmansyah, Kamis (10/3/2005). Menurutnya, hal yang menjadi pertimbangan bursa untuk melakukan suspensi atas perdagangan efek tersebut adalah karena belum transparannya perseroan dalam menanggapi informasi material yang dapat mempengaruhi keputusan investasi pemodal. "Kita tidak bisa kasih tahu informasi material apa yang kita tanyakan, ini terkait dengan kegiatan mereka. BEJ harus hati-hati dan belum bisa menyampaikan ke publik karena ini soal bank," kata Erry. Sementara dalam surat yang disampaikan ke BEJ, Senin,(7/3/2005), Direktur Bank Victoria, Agus A Sidharta hanya mengatakan, agar BEJ meminta penjelasan langsung ke Bank Indonesia dalam hal ini Direktorat Perizinan dan Informasi Perbankan mengenai pencalonan Daroel Oeloem Aboebakar sebagai Direktur Kepatuhan Bank Victoria. Sebelumnya, anggota DPR RI Drajat Wibowo juga pernah mengatakan, Direktur Utama Bank Victoria Untung Woenardi dan Direktur Agus Antariksa Sidharta telah menandatangani kesepakatan siap masuk Daftar Orang Tercela (DOT) jika melakukan transaksi yang tidak lazim pada 2002. Dradjad juga meminta BI memasukkan dua direktur itu dalam DOT. Sedangkan pada waktu itu BI menilai persoalan di Bank Victoria hanya masalah internal dan tidak mempengaruhi kesehatan bank. Sebelum disuspensi harga saham Bank Victoria pada penutupan perdagangan Rabu ada di level Rp 75 per saham. Pemegang saham Bank Victoria yang mempunyai kepemilikan lebih dari 5 persen per tanggal 28 Februari 2005 adalah, PT Victoria Sekuritas 19,06 persen, PT Suryayudha Investindo Cipta 13,19 persen, PT Nata Patindo 8,09 persen, Trans Universal Holding Limit 7,72 persen.
(qom/)











































