Hal ini disampaikan oleh Gubernur BI Agus Martowardojo dalam konferensi pers usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) di kantor pusat BI, Jakarta, Kamis (18/2/2016)
"GWM akan membuat likuiditas meningkat Rp 34 triliun. Tentu bagi bank, ini akan menjadi peluang untuk lebih efektifikan penyaluran dana kredit ke depannya," jelas Agus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus menambahkan, selama periode 2015, kondisi likuiditas perbankan cukup ketat. Namun berubah menjadi longgar ketika masuk ke Februari dan memperbesar peluang pendanaan.
"Secara umum kondisi likuiditas di akhir 2015 memang sempat agak ketat, tetapi di Januari-Februari ini sudah lebih longgar dan cukup untuk mendukung kegiatan pembiayaan di perbankan. Tentu sekarang kalau ada tambahan ini cukup aktif di sektor pemerintah baik APBN maupun APBD," paparnya.
Secara berkelanjutan, akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi. Sebab sektor swasta akan ikut mengeluarkan investasi.
"Pemerintah dalam realisasinya lazim disambut oleh swasta. Sehingga kebutuhan fasilitas perbankan akan membaik," tukasnya. (mkl/ang)











































