Agus Marto: Penurunan GWM Tambah Rp 34 Triliun Likuiditas Perbankan

Agus Marto: Penurunan GWM Tambah Rp 34 Triliun Likuiditas Perbankan

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 18 Feb 2016 17:52 WIB
Agus Marto: Penurunan GWM Tambah Rp 34 Triliun Likuiditas Perbankan
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Keputusan Bank Indonesia (BI) menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) sebesar 1% menjadi 6,5% diperkirakan akan memberikan dampak positif terhadap perbankan. Diperkirakan nantinya ada peningkatan likuiditas perbankan sampai dengan Rp 34 triliun.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur BI Agus Martowardojo dalam konferensi pers usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) di kantor pusat BI, Jakarta, Kamis (18/2/2016)

"GWM akan membuat likuiditas meningkat Rp 34 triliun. Tentu bagi bank, ini akan menjadi peluang untuk lebih efektifikan penyaluran dana kredit ke depannya," jelas Agus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tadinya tanpa penurunan GWM, kredit perbankan diperkirakan naik menjadi 12,5% dari posisi sekarang 10,5%. Dengan penurunan ini, maka perkiraan kredit perbankan dapat mencapai level 14%.

Agus menambahkan, selama periode 2015, kondisi likuiditas perbankan cukup ketat. Namun berubah menjadi longgar ketika masuk ke Februari dan memperbesar peluang pendanaan.

"Secara umum kondisi likuiditas di akhir 2015 memang sempat agak ketat, tetapi di Januari-Februari ini sudah lebih longgar dan cukup untuk mendukung kegiatan pembiayaan di perbankan. Tentu sekarang kalau ada tambahan ini cukup aktif di sektor pemerintah baik APBN maupun APBD," paparnya.

Secara berkelanjutan, akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi. Sebab sektor swasta akan ikut mengeluarkan investasi.

"Pemerintah dalam realisasinya lazim disambut oleh swasta. Sehingga kebutuhan fasilitas perbankan akan membaik," tukasnya. (mkl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads