Salah satu upayanya yaitu dengan membentuk holding company untuk menaungi empat bank tersebut. Rini menyebut, saat ini margin bunga di bank BUMN ada di kisaran 7-8%
"Kita akan berupaya bagaimana aktivitas atau operasional dari bank BUMN, salah satunya adalah mendorong supaya punya ATM bersama. Itu akan memberikan efisiensi yang sangat besar. Cost-nya akan jauh menurun. Yang kedua yang akan kita efisiensikan untuk kita menggunakan sistem IT bersama, sehingga 4 bank BUMN ini mempunyai sistem yang sama sehingga cost bisa turun," ujar Rini saat ditemui di Hotel Grand Panghegar, Jumat (19/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Target kita dalam waktu 3 tahun ini harus turun. Bukan 4% malahan target saya sampai 3%," katanya.
Soal adanya keinginan bank-bank BUMN untuk mendapatkan insentif, Rini menyatakan masih memikirkan insentif yang pas.
"Memang mereka mengatakan, tapi kalau kita harus menurunkan biaya, menekankan efisiensi, insentif apa. Terutama mengingat sekarang kompetisinya terbuka. Dilihat dari capable structure kita, dibandingkan dari bank-bank asean yang lain. Kita masih sangat rendah," tutur Rini.
Bersama dengan OJK, Rini mengaku masih memikirkan insentif yang paling tepat untuk dilakukan. Namun yang jelas merger belum menjadi opsi.
"Yang akan kita lakukan, kita belum melakukan konsolidasi dalam arti merger perbankan tapi kita akan membuat satu holding company yang memiliki keempat bank ini tapi holding company ini memegang sistem ATM dan sistem IT-nya," jelasnya.
Sampai saat ini kemungkinan Danareksa yang akan ditunjuk sebagai holding. "Sedang dibicarakan tapi analisa kita saat sekarang adalah Danaresa sebagai holding," sebut Rini. (tya/ang)











































