Margin Perbankan RI Tertinggi di ASEAN, Ini Datanya

Margin Perbankan RI Tertinggi di ASEAN, Ini Datanya

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Jumat, 19 Feb 2016 16:05 WIB
Margin Perbankan RI Tertinggi di ASEAN, Ini Datanya
Foto: Dewi Rachmat Kusuma
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menggodok Peraturan OJK (POJK) Tentang Insentif dalam Rangka Peningkatan Efisiensi. Dalam aturan ini, berisi soal paket insentif bagi bank-bank yang mampu memperbaiki efisiensinya, baik di sisi overhead dan margin keuntungan, serta risk premium (NPL).

Paket insentif ini dalam rangka melengkapi kebijakan penurunan biaya dana akibat berbagai macam kebijakan yang dikeluarkan baik oleh pemerintah, Bank Indonesia (BI), dan OJK, untuk meyakini suku bunga kredit turun.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad mengungkapkan, paket insentif tersebut dikeluarkan dalam rangka untuk meningkatkan efisisiensi di perbankan nasional. OJK menyiapkan berbagai insentif agar perbankan mau melakukan efisiensi, sehingga margin bisa ditekan, paling tidak menyamai Thailand di level 3-4%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, kata Muliaman, margin perbankan di Indonesia termasuk tertinggi di ASEAN.

"Kita sudah memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), tahun depan ikut Asia Pacific, kita harus tumbuh berkembang meningkatkan daya saing, kita lihat situasi di ASEAN sekarang, bunga kredit paling tinggi di ASEAN itu Indonesia. Sekarang di Indonesia begini angkanya, lihat, margin 5,39%," ucap dia saat berbincang bersama detikFinance, di kantornya, Gedung OJK, Jl Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (19/2/2016).

Mulaiman menyebutkan, saat ini terlihat perbedaan yang cukup fundamental di bidang tingkat suku bunga di ASEAN. Meskipun memang angka inflasi di Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya, namun selisih antara inflasi dan suku bunga juga terlalu lebar, akibatnya perbankan di Indonesia sulit bersaing di tingkat ASEAN.

"Ini kan kalau tujuannya untuk meningkatkan daya saing nggak bagus, dan pemerintah berkomitmen seperti itu, kan Pak Presiden meminta daya saing dan bagi kita daya saing terutama untuk antisipasi datangnya serbuan dalam konteks integrasi," jelas dia.

Berikut Perbandingan Parameter Suku Bunga di Negara-negara ASEAN:

Indonesia
  • Risk Free Rate: 7,25%
  • Inflasi: 3,35%
  • Suku Bunga Kredit: 12,87%
  • Net Interest Margin: 5,39%
Thailand
  • Risk Free Rate: 1,50%
  • Inflasi: -0,90%
  • Suku Bunga Kredit: 7,10%
  • Net Interest margin: 2,60%
Filipina
  • Risk Free Rate: 4,00%
  • Inflasi: 1,50%
  • Suku Bunga Kredit: 6,86%
  • Net Interest Margin: 3,35%
Malaysia
  • Risk Free Rate: 3,25%
  • Inflasi: 2,70%
  • Suku Bunga Kredit: 6,85%
  • Net Interest Margin: 2,35%
"Sekarang di Indonesia begini angkanya, lihat, margin 5,39%, suku bunga kredit kita 12,87%, kita double digit. Kita ingin bisa memperbaiki efisiensi agar kita bisa bersaing dengan Thailand, bertahap, dalam 1-2 tahun ini, intinya dalam insentifnya, saya bilang sampai sama dengan Thailand, karena target bisa sama kayak Thailand, Thailand sekarang sekitar 4%," imbuh Muliaman. (drk/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads