"Saya sendiri belum mendengar arahan itu (penurunan margin keuntungan menjadi 3%), namun apapun kebijakan Bu Menteri akan kita ikuti," ujar Direktur BTN Irman Alvian Zahiruddin ditemui di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (19/2/2016).
Ia mengaku, sebenarnya margin keuntungan alias yang diterapkan BTN sudah cukup rendah dibandingkan dengan perbankan lainnya. Namun demi mendukung kebijakan Pemerintah, pihaknya akan menindaklanjutinya dengan serius.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NIM sendiri dalam dunia perbankan adalah istilah untuk menggambarkan antara selisih bunga yang diterapkan pada bunga tabungan atau simpanan dengan dengan bunga kredit yang disalurkan perbankan. Selisih ini yang menjadi salah satu komponen pendapatan perbankan.
Sementara, terkait arahan untuk menurunkan bunga kredit seiring dengan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia alias BI Rate, Irman mengaku BTN tak berkeberatan. Pasalnya saat ini bank yang fokus di pembiayaan perumahan ini sudah menerapkan hal tersebut.
"Usulan bank terkait penurunan suku bunga, kami sedang kaji, untuk pelaksanaan program pemerintah. Sejauh ini kita berhasil dengan bunga 5%. Tidak ada masalah," pungkas dia. (dna/hns)











































