Rini Minta Bank BUMN Pangkas Margin, BTN: Kami Siap

Rini Minta Bank BUMN Pangkas Margin, BTN: Kami Siap

Dana Aditiasari - detikFinance
Jumat, 19 Feb 2016 19:00 WIB
Rini Minta Bank BUMN Pangkas Margin, BTN: Kami Siap
Foto: Dina Rayanti-detikFinance
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini sumarno meminta margin keuntungan atau net interest margin (NIM) bank BUMN bisa turun menjadi 3%. Menanggapi permintaan itu, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) akan mempertimbangkan arahan tersebut.

"Saya sendiri belum mendengar arahan itu (penurunan margin keuntungan menjadi 3%), namun apapun kebijakan Bu Menteri akan kita ikuti," ujar Direktur BTN Irman Alvian Zahiruddin ditemui di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (19/2/2016).

Ia mengaku, sebenarnya margin keuntungan alias yang diterapkan BTN sudah cukup rendah dibandingkan dengan perbankan lainnya. Namun demi mendukung kebijakan Pemerintah, pihaknya akan menindaklanjutinya dengan serius.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terakhir NIM di BTN adalah 4,78%. Kita akan mempertahankan itu. Tapi melihat kondisi seperti ini (ada arahan dari Menteri BUMN), kami akan lakukan penyesuaian," tutur dia.

NIM sendiri dalam dunia perbankan adalah istilah untuk menggambarkan antara selisih bunga yang diterapkan pada bunga tabungan atau simpanan dengan dengan bunga kredit yang disalurkan perbankan. Selisih ini yang menjadi salah satu komponen pendapatan perbankan.

Sementara, terkait arahan untuk menurunkan bunga kredit seiring dengan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia alias BI Rate, Irman mengaku BTN tak berkeberatan. Pasalnya saat ini bank yang fokus di pembiayaan perumahan ini sudah menerapkan hal tersebut.

"Usulan bank terkait penurunan suku bunga, kami sedang kaji, untuk pelaksanaan program pemerintah. Sejauh ini kita berhasil dengan bunga 5%. Tidak ada masalah," pungkas dia. (dna/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads