BI Pangkas Suku Bunga Perlahan Agar Investor Tak Kaget

BI Pangkas Suku Bunga Perlahan Agar Investor Tak Kaget

Maikel Jefriando - detikFinance
Sabtu, 20 Feb 2016 16:54 WIB
BI Pangkas Suku Bunga Perlahan Agar Investor Tak Kaget
Foto: Grandyos Zafna
Bandung - Bank Indonesia (BI) memang telah beberapa bulan lalu mengeluarkan pernyataan terkait adanya peluang dari pelonggaran kebijakan moneter. Akan tetapi, kebijakan tersebut baru benar-benar terealisasi pada Januari dan Februari 2016.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Solikin M Juhro menjelaskan sejak Oktober 2015, ada proyeksi tekanan ekonomi global mulai berkurang. Saat rupiah mulai kembali pada tren penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Ekonomi domestik juga tampak bergairah, setelah kuartal III-2015 realisasi pertumbuhan mencapai 4,73%. Kemudian inflasi terkendali pada level rendah dan defisit transaksi berjalan sudah diperkirakan di bawah 3% terhadap PDB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sudah menyampaikan keinginan untuk pelonggaran itu sejak Oktober," ungkapnya di Hotel Trans Studio Bandung, Sabtu (20/2/2016)

Namun satu risiko yang mengkhawatirkan adalah kebijakan suku bunga AS. Meskipun akhirnya setelah dinaikan pada Desember 2015 sebesar 0,25%, rupiah justru mengalami penguatan.

BI kemudian memilih waktu penurunan suku bunga untuk pertama kali pada Januari dari 7,5% menjadi 7,25%. Dilanjutkan pada Februari sebesar 25 basis poin menjadi 7%. Ditambah dengan penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) primer sebesar 1% menjadi 6,5%.

Alasannya dilakukan secara bertahap adalah kondisi investor pada pasar keuangan. Bila sekaligus dikhawatirkan menimbulkan rasa kaget untuk para investor.

"Kita bisa saja langsung turunkan 100 bps atau 50 bps, tapi kita lihat pasar. Dia butuh penyesuaian. Kebijakan bank sentral di manapun itu memang sebaiknya bersifat gradual," papar Solikin. (mkl/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads