Bank Diminta Pangkas Margin, Bos BTN: Itu Bisa Genjot Sektor Riil

Bank Diminta Pangkas Margin, Bos BTN: Itu Bisa Genjot Sektor Riil

Michael Agustinus - detikFinance
Minggu, 21 Feb 2016 16:20 WIB
Bank Diminta Pangkas Margin, Bos BTN: Itu Bisa Genjot Sektor Riil
Foto: Bos BTN bersama Ahok di acara BTN Homerun (Michael - detikFinance)
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini tengah menyiapkan aturan untuk mendorong perbankan mengurangi Net Interest Margin (NIM) supaya bunga kredit dapat diturunkan. Upaya pengurangan NIM ini disambut baik oleh PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

Sebab, langkah OJK bisa mendorong perbankan melakukan efisiensi sehingga dapat menekan cost of fund. Dengan begitu, bunga kredit dapat diturunkan. Penurunan bunga kredit akan membuat sektor riil bisa tumbuh lebih pesat, sehingga pertumbuhan ekonomi meningkat.

"Saya kira itu suatu hal yang baik, karena dengan mengurangi NIM bukan berarti OJK ikut campur dalam penetapan cost of fund atau operasional. Tetapi bagaimana supaya bank sama-sama sadar mengurangi bunga sehingga sektor riil bisa meningkat dengan cepat," kata Direktur Utama BTN, Maryono, usai acara Homerun BTN in Harmony di Plaza Barat Senayan, Jakarta, Minggu (21/2/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai informasi,Β OJK telah memanggil bank-bank untuk berdiskusi soal Peraturan OJK (POJK) Tentang Insentif dalam Rangka Peningkatan Efisiensi.

Aturan ini mengatur soal paket insentif bagi bank-bank yang mampu memperbaiki efisiensinya, baik di sisi overhead dan margin keuntungan, serta risk premium (NPL). Paket insentif ini dalam rangka melengkapi kebijakan penurunan biaya dana akibat berbagai macam kebijakan yang dikeluarkan baik oleh pemerintah, Bank Indonesia (BI), dan OJK, untuk meyakini suku bunga kredit turun.

Melalui hasil diskusi tersebut, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad mengaku, perbankan yang mayoritas berasal dari bank Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 3 dan 4 menyetujui terkait kebijakan insentif tersebut.

"Saya sudah sosialisasikan ke bank, saya sudah panggil semua bank, mereka mendukung asal dilakukan secara bertahap, bank BUKU 3 dan 4," kata Muliaman saat berbincang bersama detikFinance, Jumat lalu.

Muliaman menjelaskan, kebijakan yang akan dibuat tersebut merupakan salah satu cara OJK menekan suku bunga kredit. Dengan penurunan biaya dana, maka diharapkan margin juga bisa dipangkas sehingga suku bunga kredit bisa diturunkan.

"Penurunan suku bunga tidak bisa dilakukan oleh OJK sendiri, harus dilakukan sama-sama, BI ngapain, pemerintah ngapain, Menteri BUMN ngapain, OJK ngapain, ini harus bareng-bareng. Jadi, kalau BI menurunkan BI Rate, pemerintah menurunkan simpanan deposito tidak tinggi-tinggi, semua berperan, makanya ini dibuat," jelas dia. (feb/feb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads