"Nah, kalau cost of fund kita turun, kita akan langsung turunkan. BI Rate turun 25 bps, kita juga akan turunkan 25 bps," ujar Direktur Utama BNI Achmad Baiquni saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (22/2/2016).
Penurunan bunga kredit tersebut, kata Baiquni, tentu akan disesuaikan dengan penurunan biaya dana atau cost of fund.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Baiquni menyebutkan, pihaknya belum bisa memutuskan penurunan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Saat ini, besaran bunga KPR BTN antara 9-12,5%.
"Tapi berapa besar penurunan bunga konsumernya, itu tidak semata-mata dipengaruhi BI Rate. Tapi juga kita lihat likuiditasnya bagaimana seperti KPR kita. Itu sekitar 9% fixed 2 tahun. Kalau rentangnya tertinggi 12,5%," imbuh Baiquni. (drk/ang)











































