Bagi perbankan yang mau menurunkan margin, OJK akan memberikan insentif melalui kemudahan-kemudahan dalam pendirian kantor cabang atau pun perizinan produk-produk perbankan. Insentif tersebut akan dituangkan dalam Peraturan OJK (POJK) Tentang Insentif dalam Rangka Peningkatan Efisiensi.
Langkah tersebut diapresiasi Direktur Utama BNI Achmad Baiquni. Menurutnya, insentif yang tengah dirancang OJK akan mendorong daya saing perbankan dalam negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baiquni menjelaskan, penurunan margin tersebut harus diikuti dengan penurunan biaya dana atau cost of fund. Dengan demikian, perbankan juga bisa melakukan penyesuaian terhadap suku bunga kreditnya.
"Nah, kalau sudah bicara bunga kredit, itu kan masuk domain bank. Nah, kita di perbankan juga melihat, bunga kredit itu terdiri dari apa? Pertama cost of fund, inflasi, BI Rate, overhead, tingkat risiko. Nah, ini kita kaji semua. Sebenarnya yang paling penting bagaimana perbankan bisa menawarkan suku bunga yang tidak memberatkan kepada debitur kita," jelas dia.
Baiquni menerangkan, jika biaya dana bisa ditekan, secara perlahan tingkat margin juga bisa dipangkas. Pihaknya mengaku akan melakukan penyesuaian margin secara bertahap agar bank bisa lebih efisien.
OJK sendiri menargetkan, dalam waktu 1-2 tahun ke depan, margin perbankan di Indonesia bisa mencapai 3-4% seperti di Thailand.
"Kan kalau kita lihat, NIM itu komponen paling besar adalah cost of fund. Nah, bunga deposito kita (BNI) 7%, kemudian BI Rate kita juga 7%. Tapi ini kan juga tergantung tingkat inflasi juga. Makanya, kita akan turunkan. Tapi secara bertahap sesuai dengan kondisi pasar dan kondisi internal bank," ucap Baiquni.
Dengan margin yang rendah, lanjut Baiquni, bisnis di perbankan akan lebih kompetitif sehingga bisa bersaing dengan perbankan di ASEAN.
"Kita akan jadi lebih kompetitif. Tentu kalau kita lebih kompetitif, akan lebih banyak debitur yang mungkin selama ini dia melakukan pinjaman di luar negeri kan dia bisa kembali minjam ke dalam negeri. Jadi pertumbuhan kredit kita bisa meningkat lebih tinggi lagi. Jadi kita berharap, dengan penurunan NIM ini bagaimana pendapatan kita nggak turun ya kita tambah penyaluran kreditnya," pungkasnya. (drk/ang)











































