"Laporan audited kita sudah selesai, di 2015 Indonesia Eximbank mencapai laba bersih Rp 1,427 triliun, ada kenaikan hampir 21%, tepatnya 20,74%, tahun lalu Rp 1,18 triliun. Menunjukan performance Eximbank semakin lama semakin baik, kalau dibandingkan dengan bank umum kan tidak sebesar kita," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank, Ngalim Sawega, di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (23/2/2016).
Ia juga mengatakan pada tahun 2015, Indonesia Eximbank cukup ekspansif dengan total aset mencapai Rp 85 Trilliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai lembaga keuangan yang bergerak di sektor berorientasi ekspor, Indonesia Eximbank tidak terlepas dari pengaruh dari kondisi ekonomi global, kondisi ini mempengaruhi kinerja debitur Indonesia Eximbank. Dengan kondisi ini di 2015 Eximbank membukukan NPL Gross sebesar 3,55% naik dari 2,26% di tahun sebelumnya.
"Di 2015 kondisi perekonomian baik global maupun dalam negeri memang kurang menggembirakan, berdampak pada demand barang ekspor sehingga ada penurunan ekspor, dampak ini terasa secara nasional terdampak adanya perlambatan atau little bit pemburukkan,"
"Maka itu tercermin NPL-nya sedikit relatif lebih besar daripada tahun-tahun sebelumnya, gross 3,55% net 2%, walaupun NPL-nya itu katakanlah 2% tetapi dari sisi pengamanan kita sudah cadangkan secara cukup. Secara bisnis tidak ada masalah, memang NPL tahun ini sedikit lebih besar dibanding tahun lalu, tetapi ada perbedaan mekanisme dalam me-right off kredit macet, kalau di swasta lebih mudah karena yang mempunyai seseorang, tetapi kalau kita karena ini miliknya negara ada beberapa peraturan yang harus dilalui," lanjut Ngalim.
Di tahun 2016 ini, ia mengatakan Indonesia Eximbank akan terus menunjang kegiatan peningkatan ekspor nasional dengan mendukung sektor subsitusi impor. Oleh karena itu Indonesia Eximbank akan menerbitkan obligasi sebesar Rp 4,036,25 triliun.
"Di tahun 2016, Indonesia Eximbank sebagai lembaga keuangan yang menunjang peningkatan ekspor nasional tidak hanya berupaya memainkan peran sebagai penyedia pembiayaan yang dibutuhkan sektor berorientasi ekspor tetapi juga turut mendukung sektor substitusi impor sehingga diharapkan kinerja net ekspor Indonesia akan semakin baik," ujarnya. (ang/ang)











































